Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Jun 2019 22:00 WIB

Daya Beli Petani Diklaim Meningkat, Ini Datanya

Tia Reisha - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) bulan Mei 2019. Tercatat, NTP bulan tersebut mencapai 102,61 atau naik 0,38% dari NTP bulan April yang hanya 102,23. Demikian juga dengan NTUP bulan Mei yang mencapai 111,94 atau naik sebesar 0,73% dari bulan April sebesar 111,13.

Menanggapi hal ini, Ekonom Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi menilai kenaikan NTP dan NTUP tersebut menunjukkan bahwa petani lebih menikmati panennya pada Mei saat bulan Ramadhan. Pasalnya, NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. NTUP pun merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks yang dibayar petani untuk produksi dan penambahan barang modal.

"Jadi, NTP dan NTUP merupakan indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan dan juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP dan apalagi NTUP, secara relatif semakin kuat pula tingkat daya beli petani," ujar pria yang akrab disapa Gandhi tersebut dalam keterangannya, Senin (10/6/2019).

Oleh karena itu, Gandhi memberikan apresiasi terhadap program pemerintahan Jokowi-JK melalui Kementerian Pertanian (Kementan) yang selalu berkomitmen untuk menjalankan program yang berdampak nyata pada peningkatan hasil dan kesejahteraan petani. Program yang revolusioner dalam membangun pertanian di antaranya mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul dan pupuk secara tepat waktu, petani milenial, serta penataan tata niaga pangan melalui tindakan tegas terhadap mafia pangan.


"Kami mengharapkan raihan positif ini terus berlanjut. Sebab dampak program ini sangat nyata dirasakan langsung petani. Misalnya, program mekanisasi pertanian benar-benar mengefisienkan biaya produksi, pekerjaan lebih cepat, dan produk yang dihasilkan lebih berkualitas sehingga nilai jualnya lebih tinggi. Akhirnya pendapatan petani ikut naik," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan bahwa kenaikan NTP dan NTUP bulan Mei 2019 didukung oleh kenaikan NTP pada semua subsektor pertanian. Kenaikan dua indikator daya beli petani ini utamanya didorong oleh subsektor hortikultura.

"Seluruh subsektor ada peningkatan NTP secara menggembirakan. Secara umum, kenaikan NTP terjadi lantaran panen raya telah usai. Pola serupa juga terjadi pada Mei 2017 dan 2018 yang mengalami peningkatan lantaran musim panen raya selesai," ujarnya.

Untuk diketahui, prestasi kenaikan NTP bulan Mei 2019 banyak ditopang oleh kenaikan NTP subsektor hortikultura sebesar 102,41 atau naik 1,42%, NTP peternakan 107,71 atau naik 0,83%, dan NTP tanaman perkebunan rakyat 96,02 atau naik 0,43% dari bulan sebelumnya.


Sama halnya dengan NTP, prestasi kenaikan NTUP pada periode tersebut banyak ditopang dari naiknya NTP subsektor hortikultura 114,11 atau naik 1,72%, NTP peternakan 117,37 atau naik 1,03%, dan NTP tanaman perkebunan rakyat 106,01 atau naik sebesar 0,99% dari bulan sebelumnya. (idr/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed