Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 15 Jun 2019 19:30 WIB

Pilpres Ulang Bisa Bikin Pengusaha Tinggalkan RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai pengusaha domestik maupun luar negeri akan meninggalkan Indonesia jika Pemilu Pilpres benar-benar diulang.

Wakil Ketua Apindo Suryadi Sasmita mengatakan Pilpres yang diulang mampu menurunkan tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia.

"Jadi kalau MK memutuskan untuk bisa diulang kalau menurut saya sudah hilang kepercayaan. Bukan pengusaha sini saja, pengusaha luar negeri pun sama hilang kepercayaan. Seolah-olah Indonesia sudah tidak ada kepastian hukum," kata Suryadi saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (15/6/2019).



Sebetulnya para pengusaha sudah mempercayai hasil hitungan cepat dan perhitungan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pegangan berinvestasi di Indonesia.

Jika gugatan Tim Hukum Prabowo-Subianto direalisasikan oleh Mahkamah Konstitusi maka hal tersebut menjadi ketidakpastian hukum bagi pengusaha atau investor.

"Kalau sudah tidak ada kepastian hukum mau apalagi kita mau ekspansi dan berbisnis di sini, tentu kita mencari negara lain yang bisa kita percaya. Pasti hilang kepercayaan. Itu menurut kita," jelas dia.



Oleh karenanya, kata Suryadi, para pengusaha yang tadinya menanamkan modalnya di tanah air pun mencari peluang ke negara-negara berkembang dengan jaminan kepastian hukum yang lebih baik.

Suryadi menceritakan, negara-negara yang mampu menampung dana investasi tersebut seperti Vietnam, Myanmar, India.

"Mau tidak mau lari ke negara yang berkembang juga, dan orang luar negeri juga nggak akan masuk lah.

"Jadi sudah jelas kita itu berusaha untuk stop berbisnis. Kita cari jalan keluar, ya lari ke tempat lain. Mau tidak mau, pengusaha itu kepastian hukum itu nomor satu, keamanan nomor dua. terakhirnya izin dan sebagainya," sambung dia. (hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed