Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Jun 2019 16:13 WIB

Anggaran PNS Riau yang Diminta Transit ke Luar Negeri Sebelum ke Jakarta

Chaidir Anwar Tanjung - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Pekanbaru - Pemprov Riau menilai pagu anggaran tiket pesawat yang ditentukan tidak mampu membeli tiket penerbangan ke Jakarta. Lantas berapa sebenarnya anggaran ASN yang disediakan?

"Jadi kita itu hanya disediakan pagu anggaran tiket pesawat Rp 3,5 juta setiap ASN yang melakukan koordinasi ke pemerintah Pusat. Dana tersebut untuk tiket pulang dan pergi Pekanbaru ke Jakarta," kata Kepala Biro Humas Pemprov Riau, Muhammad Firdaus kepada detikFinance, Senin (17/6/2019).

Dana anggaran ongkos pesawat itu, kata Firdaus, pada saat tertentu tidak mencukupi untuk membeli tiket pesawat. Malah cenderung ASN bisa menombok karena mahalnya harga tiket pesawat. Selain menombok, jadwal penerbangan kini juga terbatas.

"Kondisi keterbatasan inilah yang kadang harga tiket melambung tinggi. Terakhir saat Gubernur Riau dai Jakarta akan kembali ke Pekanbaru sepekan sebelum lebaran, harga tiket mencapai Rp 6 juta," kata Firdaus.

Menurut Firdaus, rata-rata harga tiket pesawat dari Pekanbaru ke Jakarta melebihi anggaran yang telah ditentukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kondisi tersebut, membuat Gubernur Riau, Syamsuar akan mengusulkan ke pemerintah pusat agar mendapat izin transit di Malaysia atau Singapura.

"Jika dilakukan transit di Malaysia atau Singapura dari Pekanbaru baru nantinya ke Jakarta, dananya bisa lebih murah," kata Firdaus.


Menurut Firdaus, dengan melakukan transit di luar negeri baru ke Jakarta, bisa menghemat ongkos per orangnya bisa mencapai Rp 1 jutaan lebih untuk sekali penerbangan. Karena itulah, ada Pemprov Riau akan mengusulkan untuk diberikan izin melakukan transit di Malaysia dan Singapura.

"Setiap pekannya pasti ada ASN Pemprov Riau harus melakukan kunjungan kerja untuk koordinasi ke pemerintah pusat. Selesih harga tiket dari Malaysia dan Singapura ke Jakarta itu tentunya akan menghemat biaya anggaran kita," kata Firdaus.

Tidak hanya persoalan tiket yang mahal saja. Kadang kala jadwal penerbangan juga terbatas sejak harga tiket pesawat mahal. Jadwal penerbangan yang kini terbatas juga merepotkan ASN untuk melakukan perjalanan dinas.

"Nah karena keterbatasan tadi, harga tiket melambung tinggi yang melebihi anggaran yang telah disediakan tadi," kata Firdaus.

Makanya, sambung dia, Gubernur Riau Syamsuar akan mengirim surat resmi ke pemerintah pusat rencana transit pesawat di Malaysia dan Singapura. Wacana ini tentunya dalam rangka menghemat anggaran perjalanan dinas.

"Ya mungkin ke pemerintah pusat kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Agar rencana transit naik pesawat ini bisa dikabulkan dalam rangka efisiensi dana," tutup Firdaus.

(cha/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com