Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Jun 2019 16:14 WIB

Gegara Perang Dagang, Huawei Terseok-seok

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tyrone Siu/Reuters Foto: Tyrone Siu/Reuters
Hong Kong - Perusahaan teknologi terbesar di China, Huawei Technologies Co Ltd mengungkapkan dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China mempengaruhi proyeksi pendapatan perseroan tahun ini.

Founder dan CEO Huawei, Ren Zhengfei menjelaskan AS memang telah memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam ekspor barang. AS melarang pemasok dalam negeri untuk menjual peralatan telekomunikasi ke Huawei tanpa persetujuan khusus.

Selain itu larangan juga terjadi pada Google dan perancang chip Inggris ARM untuk membatasi kerja sama dengan perusahaan China.

Ren menyebut tidak pernah menyangka apa yang dilakukan AS sangat kuat dan mengganggu stabilitas perusahaan.


"Kami tidak menyangka mereka menyerang kami dari banyak aspek," kata Ren dikutip dari Reuters, Selasa (18/6/2019).

Dia menyampaikan akibat larangan-larangan tersebut, perusahaan tidak dapat memperoleh komponen, tidak dapat berpartisipasi dalam banyak organisasi internasional, kerja sama dengan universitas, tidak bisa menggunakan komponen yang berasal dari AS.

"Bahkan kami tidak dapat menggunakan jaringan yang menggunakan komponen tersebut," jelas dia.



Ren menjelaskan tahun lalu pendapatan Huawei mencapai US$ 104 miliar, tahun ini ditargetkan hanya mencapai US$ 100 miliar. Target ini lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Untuk mengatasi larangan penggunaan Android di Handphone Huawei, perseroan meluncurkan sistem operasi Hongmeng yang saat ini sedang diuji coba. Hal ini karena dalam waktu 9 bulan ke depan, sistem operasi Android akan lenyap dari ponsel Huawei.


Gegara Perang Dagang, Huawei Terseok-seok
(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed