Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Jun 2019 16:47 WIB

Rencana Khofifah Bikin Jawa Timur Mirip DKI Lewat Transportasi Umum

Ray Jordan - detikFinance
Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta hari ini, Selasa (18/6/2019). Mantan menteri sosial tersebut melaporkan ke Presiden Jokowi tentang pembahasan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) mengenai konektivitas sejumlah daerah di Jawa Timur.

"Kami melaporkan ada dua Raperpres yang memang sudah dibahas di Menko Perekonomian. Kemudian kami ingin dapatkan detail penjelasan dari Presiden setelah draft dibahas di Menko Ekonomi," katanya.

Mengenai konektivitas sejumlah daerah di Jawa Timur, Khofifah bilang tengah disusun Raperpres tentang Gerbang Kertasusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan). Gerbang Kertasusila merupakan rangkaian daerah industri yang disiapkan konektivitas transportasi umum dalam rangka mengantisipasi pertumbuhan ekonomi di masa depan.

"Kalau di Jakarta sudah ada 3 ring, sekarang mau bangun 4 ring ada MRT. Kebetulan di Gerbang Kertasusila termasuk Surabaya belum ada ring-nya. Jadi kami bisa bayangkan daerah-daerah sampai radius 100 km dari Surabaya itu dalam waktu dekat sudah jadi Megapolitan," kata Khofifah.

Tersambungnya daerah-daerah tadi dengan transportasi umum yang terintegrasi diharapkan mampu mengantisipasi kepadatan di masa depan. Hal ini diharapkan mampu menahan tingginya biaya logistik yang bisa terjadi jika tak diantisipasi.

"Kita bisa bayangkan kayak apa padatnya public transportation dan itu akan menjadikan high cost apakah pada lalu lintas barang dan jasa atau lalu lintas publik," tambahnya.


Dalam Raperpres Gerbang Kertasusila, pemprov Jawa Timur menginginkan adanya penguatan bagaimana koneksivitas dari Gerbang Kertasusila. Jalur Gerbang Kertasusila direncanakan tersambung dengan sejumlah pusat aktivitas ekonomi di sekelilingnya sehingga nantinya di masa depan kota-kota ini tak menumpuk seperti di Jakarta.

"Jadi itu yang kami ingin dapatkan penguatan," katanya.

Khofifah menyebutkan saat ini kontribusi industri di Jawa Timur dari PDRB Jatim sekitar 30% dari industri. Hal itu membuat Jatim harus mempersiapkan diri sebagai provinsi industri yang akan semakin berkembang di masa depan.

"Oleh karena itu seluruh titik-titik di mana tol sudah berdiri ini sudah beberapa kami sampaikan, supaya dibuka tambahan exit toll. Sehingga ada ekonomi yang akan tumbuh dari exit toll yang memang menurut pemetaan para bupati pada saat kami rapat di Bakorwil diusulkan titik-titiknya," kata Khofifah.




Rencana Khofifah Bikin Jawa Timur Mirip DKI Lewat Transportasi Umum
(eds/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com