Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 27 Jun 2019 12:14 WIB

Ada Aksi Massa MK, Pengusaha: Jangan Sampai Ada Konflik

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Aksi kawal sidang MK (Ibnu-detikcom) Foto: Aksi kawal sidang MK (Ibnu-detikcom)
Jakarta - Massa mulai berbondong-bondong datang ke kawasan Gedung Mahkamah Konstitusi. Menanggapi hal tersebut, Kamar Dagang Indonesia (KADIN) berharap aksi tetap berjalan damai. Kadin mengimbau agar tak ada konflik politik yang dapat merugikan perekonomian di Indonesia.

"Kita harus me-manage potensi konflik pemilu ini agar jangan sampai merugikan. Dari dunia usaha kondisi ekonomi akan juga tergantung pada kestabilan politik," tutur Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani kepada detikFinance, Kamis (27/5/2019).

Menurut Shinta, saat ini Indonesia sedang berupaya menggenjot investasi. Apalagi kompetisi di negara-negara ASEAN semakin ketat.


"Kami ingin menekankan bahwa saat ini Indonesia sedang menarik investasi. Jangan sampai karena pemilu (pemilihan umum), investor yang mau masuk justru malah tidak jadi dan mengalihkan ke negara lain. Karena saat ini kompetisi di ASEAN sangat kuat," ungkap dia.

Ia menyebutkan, Vietnam, Malaysia, dan Thailand kini memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih kondisi geografis, infrastruktur, dan kebijakan ekonomi ketiga negara tersebut lebih menarik dari Indonesia. Sehingga Indonesia tak boleh terkendala karena adanya konflik politik.

"Vietnam, Malaysia dan Thailand secara geografis, tenaga kerja terlatih, kebijakan ekonomi dan infrastruktur lebih menarik. Sedangkan value kita ada di SDA (Sumber Daya Alam), jumlah tenaga kerja tidak terlatih, dan pasar domestik," papar Shinta.


Shinta mengatakan, meski proses perdagangan dan investasi tetap berjalan, namun untuk investasi yang besar masih menunggu hasil keputusan sidang MK.

"Semua menunggu hasil keputusan MK walaupun proses dagang dan investasi tetap berjalan. Tentu saja investasi yang besar masih menunggu keputusan MK," tandasnya.

Simak Video "Maskapai Komplain Soal Harga Tiket, Ini Kata Menhub"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed