Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 27 Jun 2019 18:11 WIB

Pembahasan Alot, Banggar-Kemenkeu Belum Sepakat soal Dana Desa

Trio Hamdani - detikFinance
Rapat Banggar/Foto: Trio Hamdani Rapat Banggar/Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Rapat panja antara Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan perwakilan Kementerian Keuangan hari ini berjalan alot. Anggota Banggar DPR RI menilai pemaparan Kemenkeu soal dana transfer daerah dan dana desa dalam RAPBN tahun anggaran 2020 belum sempurna.

Rapat yang dimulai pukul 14.39 WIB pun belum menghasilkan kesepakatan hingga rapat ditutup. Pembahasan keputusan rapat akan dilanjutkan pada Senin 1 Juli mendatang.

Pimpinan rapat Jazilul Fawaid menilai materi yang disampaikan oleh Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti belum jelas mengenai target yang ingin dicapai untuk 2020. Sementara di dalam materi yang dipaparkan lebih banyak menampilkan gambar-gambar.

"Kalau gambar jalan seperti ini, berapa kabupaten nggak bisa digambarkan, berapa ruas jalan, sehingga kalau sore hari ini harus kita putuskan, kalau kita setujui ini gambar-gambarnya saja yang kita setujui. Padahal ini kan berimplikasi pada target dan anggaran ya nggak," katanya di Ruang Banggar, DPR RI, Jakarta, Kamis (27/6/2019).


Wakil Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyampaikan jalan tengah agar data-data konkret mengenai rancangan dana transfer daerah dan dana desa bisa dilengkapi saat masuk ke dalam pembahasan tim perumus.

"Nah jalan tengahnya apakah ini kita setujui tapi dengan komitmen pemerintah akan menunjukkan target-targetnya dalam tim perumus. Kalau itu disepakati monggo. Kan tidak mungkin pemerintah tidak punya target yang ingin dicapai," katanya.

Astera sepakat agar pemaparan secara detail disampaikan di tim perumusan.

"Kami sepakat ini akan disampaikan di tim rapat perumusan ya karena memang tadinya kami berpikir karena ini masih pendahuluan, jadi angka-angka itu memang belum kita sampaikan karena kita masih bahas ini. Tapi kalau memang itu diini akan kita sampaikan di pembahasan rumusan," jelasnya.


Namun, Anggota Banggar DPR RI Maman Abdurahman meminta rapat panja ditunda. Menurut dia pemaparan pemerintah belum detail.

"Izin pimpinan ditunda saja dulu pimpinan karena kita berkepentingan juga detail. Saya juga ingin dapat data yang kurang lebih sama dengan tahun kemarin. Sampai sekarang saya nggak paham," jelasnya.

Pimpinan rapat Banggar DPR RI akhirnya memutuskan bahwa hasil keputusan rapat ditunda dan dilanjutkan lagi pada Senin depan.

"Saya pikir kita tunda saja, kita bahas lagi di panja ini pada tanggal 1 pagi ya, jam 10 pagi sehingga semua teman-teman akan lebih detail lagi. Karena memang dari bahan yang kami terima ini banyak hal yang masih belum clear untuk kita setujui," tambahnya.

Simak Video "Jalur Asri nan Hijau Kampung Sri Rezeki yang Ternodai Jalanan Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com