Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Jul 2019 17:37 WIB

Libatkan TNI, Kementan Awasi Pintu Air Irigasi yang Rawan Dibobol

Nurcholis Maarif - detikFinance
Foto: Kementerian PUPR Foto: Kementerian PUPR
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan TNI untuk mengawasi sistem pengairan lahan selama musim kekeringan yang diperkirakan sampai bulan September nanti. Ini lantaran, kerap terjadi perebutan air antar petani.

"Ketika air ini jumlahnya terbatas, peminatnya banyak, terjadi mekanisme pasar, itulah orang yang menjual jasanya dengan membobol pintu air," ucap Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumarjo Gatot Irianto pada acara Rapat Koordinasi dan Mitigasi Kekeringan di kantor Kementan, Jakarta, pada Senin (8/7/2019).

Gatot mengatakan sudah dua kali pada tahun 2006 dan 2015 menangani kasus tersebut langsung di lapangan yang berada di Indramayu. Kasus serupa juga terjadi di sejumlah daerah.

"Itu ada lima preman jam 1 pagi, bukan hanya dibuka pintunya, tapi dibobol pintunya. Ditangani pak Dandim Indramayu langsung disuruh nutup," ucap Gatot.


Gatot juga mengatakan tidak akan mengajukan secara hukum terhadap oknum yang membobol saluran irigasi ini, karena pihaknya akan fokus ke tujuan utama yaitu menutupi kekeringan.

"Makanya nanti kita minta adanya patroli, melaporkan kondisi terkini, kira-kira sampai bulan September nanti," ucap Gatot.

Sementara itu, Wakil Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Brigjen TNI Gatot Setyo Utomo mengatakan sudah empat tahun bekerja sama dengan Kementan dalam berbagai hal dan tidak hanya dalam mitigasi kekeringan.

"Untuk mitigasi kekeringan, kita sudah berpengalaman di lapangan. Lebih bersifat ke pendampingan, tidak melakukan tindakan hukum. Ada koramil, babinsa mereka yang nanti turun," ucap Gatot.


Gatot juga mengatakan tidak akan melakukan tindakan secara hukum karena itu ranah kepolisian. Pihaknya hanya turut serta mengamankan standing corp dan pengawalan pengairan.

Pada acara yang sama, Kementan juga melakukan workshop untuk dua kluster daerah dalam mengahadapi musim kekeringan. Kluster pertama yaitu Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang sudah 30 hari tidak mengalami hujan dan kluster kedua yaitu yang masih memiliki sumber air dan masih mengalami hujan seperti beberapa kota dan kabupaten yang ada di Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.

Simak Video "Kementan Siapkan 500 Juta Bibit Unggul Hingga 2024"
[Gambas:Video 20detik]
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed