Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 14 Jul 2019 13:05 WIB

United Airlines Batalkan 5.000 Penerbangan Usai Boeing 737 MAX Jatuh

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: ABC Australia Foto: ABC Australia
Jakarta - Dua rentetan jatuhnya Boeing 737 MAX 8 berbuntut panjang hingga hari ini. Maskapai penerbangan yang mengoperasikan pesawat jenis MAX terpaksa mengandangkan burung besinya.

Seperti nasib yang dialami United Airlines, dikutip dari CNBC, Minggu (14/7/2019), maskapai tersebut harus membatalkan ribuan penerbangan. Pihaknya pun memperpanjang pembatalan penerbangan hingga awal November.

United Airlines mengumumkan akan memperpanjang larangan terbang atau grounded Boeing 737 Max-nya sampai 3 November, yang berarti 2.100 pembatalan penerbangan pada September dan 2.900 pada Oktober. Jika ditotal ada 5.000 penerbangan dibatalkan.


United Airlines memiliki 14 jet Max dalam armadanya. Pihaknya pun berupaya bekerja semaksimal mungkin untuk meminimalisir dampak dari grounded tersebut dengan memberikan penerbangan alternatif.

"Jika kami tidak dapat menempatkan mereka pada penerbangan yang berbeda, kami akan secara proaktif menjangkau untuk mencoba dan menawarkan opsi lain," kata mereka dalam pernyataannya.



Maskapai besar lainnya termasuk American dan Southwest telah membatalkan ribuan penerbangan selama musim panas yang sibuk, dan telah menghapus Max dari jadwal penerbangan hingga 3 September dan 1 Oktober. Maskapai-maskapai itu kemungkinan akan memperpanjang pembatalan lebih lanjut.


Belum Selesai Digrounded, FAA Temukan Masalah Baru di Boeing 737:

[Gambas:Video 20detik]

United Airlines Batalkan 5.000 Penerbangan Usai Boeing 737 MAX Jatuh




Simak Video "Belum Selesai Digrounded, FAA Temukan Masalah Baru di Boeing 737"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed