Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 15 Jul 2019 17:35 WIB

London akan Pantau Gerak-gerik Penumpang di Stasiun

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Dan Kitwood/Getty Images. Foto: Dan Kitwood/Getty Images.
Jakarta - Kereta bawah tanah London telah menjadi agen transportasi terbaru dalam menggunakan fitur lokasi dari smartphone untuk meningkatkan layanan. Lewat pendeteksian fitur lokasi pada smartphone, pihat otoritas kereta bawah tanah London akan mengcek tingkat kepadatan penumpang hingga pergerakan para penumpang di stasiun maupun antar stasiun.

Dikutip dari CNN.com, penumpang akan mendapat manfaat berupa peringatan tentang penundaan dan kemacetan akhir tahun ini. Kereta tambahan juga dapat ditambahkan pada rute di mana data menunjukkan penumpang sangat padat.

Dalam beberapa tahun terakhir, makin banyak organisasi transportasi di seluruh dunia untuk menggunakan data smartphone untuk merencanakan layanan yang lebih baik. Mereka mengatakan data digital menawarkan wawasan yang jauh melampaui metode sebelumnya, seperti survei pengguna.


"Tetapi para ahli transportasi percaya bahwa London mungkin memiliki sistem transportasi umum pertama yang melacak dan menggunakan data perjalanan individu secara real time," dikutip dari CNN.com, Senin (15/7/2019)

Mengingat seberapa besar sistem London beroperasi, kota-kota lain dapat mengikuti jika proyek berhasil. Praktik ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang privasi pengguna, pelacakan yang tidak diinginkan, potensi peretasan dan penyalahgunaan data.

Pasalnya, di London tidak ada proses untuk mendapatkan persetujuan dari penumpang untuk pengumpulan data selain dari tanda-tanda yang dipasang di stasiun, tanda itu menjelaskan bahwa operator sedang mengumpulkan data dari penumpang untuk meningkatkan layanan. Tanda-tanda itu juga mengatakan orang bisa memilih keluar dengan mematikan wifi mereka.

Smartphone sendiri bukan satu-satunya cara agen transportasi mengumpulkan data lokasi. Pada tahun 2018, Departemen Transportasi Los Angeles, Amerika Serikat, pernah merilis cara untuk melacak e-skuter dan wahana e-sepeda, caranya dengan mewajibkan kendaraan untuk menyiarkan lokasi mereka kepada pemerintah setempat.


Di masa depan, sistem yang sama akan digunakan untuk memantau mobil yang bisa mengemudi sendiri. Data perjalanan individu dapat dibagikan dengan agen hingga 24 jam setelah perjalanan, bukan langsung seperti di London.

Program pendeteksi kepadatan di London bergantung pada WiFi di 260 stasiunnya untuk memahami di mana orang berada, apakah penumpang sedang menunggu di platform atau di area tiket. Sistem bisa mendapatkan lokasi dari setiap smartphone di daerah yang jaringan WiFi-nya dihidupkan. Ponsel tidak perlu terhubung ke jaringan wifi kereta bawah tanah.

Pihak otoritas transportasi London mengatakan dapat memonitor secara real-time berapa lama orang berjalan dari area tiket ke platform kereta, dan memperkirakan berapa banyak orang di setiap kereta. Program ini merupakan perluasan dari pilot project yang dianggap sukses pada 2016. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed