Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Jul 2019 12:31 WIB

DPR Setujui Target Pertumbuhan Ekonomi 2019 Turun Jadi 5,2%

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Trio Hamdani Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama dengan pemerintah telah mengesahkan laporan realisasi APBN 2019 di semester pertama dan prognosis semester kedua tahun ini.

Sebelum disahkan, laporan Panja APBN 2019 pun telah dibacakan panjang lebar oleh Koordinator Panja Perumusan APBN Iskandar.

"Terima kasih saudara Iskandar telah membacakannya. Silahkan dari pemerintah yang ingin memberi masukan," kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Kahar Muzakir di Ruang Rapat Banggar gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Dari pihak pemerintah, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun setuju dengan hasil laporan panja tersebut. Dia hanya mengusulkan agar ada penambahan tabel untuk mempermudah pembacaan.

"Sedikit tambahan saja kalau seandainya di halaman setelah pembahasan asumsi makro bisa selipkan tabel. Sehingga orang bisa membacanya. Untuk laporan reakisasi semester I juga disisipkan tabel. Jadi usulannya hanya ada 2 tabel yakni tabel asumsi dan table postur realisasi," kata Sri Mulyani.

"Masalah penambahan tabel saya kira enggak ada masalah," jawab Kahar.


Setelah ada sedikit tanggapan dari beberapa anggota Banggar, akhirnya laporan realisasi APBN 2019 di semester pertama dan prognosis semester kedua disahkan.

Sekadar informasi, dalam laporan tersebut pertumbuhan ekonomi pada semester II 2019 diperkirakan sebesar 5,2%. Lebih tinggi dari semester I sebesar 5,1%. Namun target tersebut lebih rendah dari target APBN 2019 sebesar 5,3%.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan Rp 14.303 di semester II. Sementara, di semester I sebesar Rp 14.197.

Lalu SPN 3 bulan di semester II sebesar 5,4%. Sedangkan outlook untuk akhir tahun sebesar 5,6%.

Harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) semester II sebesar US$ 63 per barel. Outlook hingga akhir tahun juga US$ 63 per barel.

Selanjutnya, lifting minyak diproyeksi 753 ribu barel per hari dan gas 1.090 ribu barel setara minyak per hari pada semester II 2019. Akhir 2019, diproyeksi lifting minyak 754 ribu barel per hari dan lifting gas 1.072 ribu barel setara minyak per hari.



Simak Video "Sandi: Pemerintah Terjebak Dalam Pertumbuhan Ekonomi 5%"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com