Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Jul 2019 15:45 WIB

Kata Pengamat Pertanian soal Teknologi Agriculture 4.0 Kementan

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian Pertanian Foto: Dok. Kementerian Pertanian
Jakarta - Pengamat Pertanian dari Universitas Gadjah Mada, Jumhari mengatakan, penilaian OpenGov Asia ke Kementerian Pertanian (Kementan) yang dianggap inisiatif dan inovatif memanfaatkan teknologi Agriculture 4.0 akan memiliki dampak positif untuk generasi muda ke depannya. Hal ini akan mendorong kaum muda untuk terjun ke sektor pertanian.

"Tentu saja ke depannya bakal mendorong minat generasi muda ingin serius menekuni sektor pertanian. Sebab sudah canggih mekanisasinya," ujar Jamhari dalam keterangan tertulis, Senin (22/7/2019).

Ia menuturkan, skema pengelolaan pertanian modern merupakan kunci mutlak menarik geliat generasi muda ke sektor agraris. Upaya itu, kata dia, dianggap cukup serius dikerjakan oleh Kementan dengan beradaptasi sesuai kemajuan teknologi untuk memodernisasi pertanian.


"Jika pengelolaan pertanian sudah modern, para generasi muda juga akan dapat menyadari bahwa banyak peluang keuntungan dari sektor agro," kata Jamhari.

Jamhari menjelaskan, selama ini generasi muda memang masih menganggap bahwa sektor pertanian seolah pekerjaan 'kuno'. Sebab masih dilihat minimnya pemanfaatan teknologi. Padahal menurutnya, justru sebaliknya. Sektor pertanian dari hulu ke hilir mempunyai banyak peluang yang menguntungkan, apalagi kebutuhan pangan dunia masih terus meningkat.

Maka dari itu, ia berharap Kementan terus meningkatkan kualitas pemanfaatan teknologi Agriculture 4.0 untuk ke depannya. Dengan begitu, ikut juga mendorong terbukanya lapangan usaha baru.


Sebelumnya, Group Managing Director dan Editor in Chief OpenGov Asia, Mohit Sagar, menilai bila Kementan konsisten dan luar biasa dalam upaya menerapkan inovasi teknologi guna pembangunan pertanian.

Penerapan teknologi 4.0 oleh Kementan dikategorikan telah mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat petani.

Simak Video "Mentan: Produksi Padi di Sultra Capai 700 Ribu Ton, Ekspor Naik!"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed