Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Jul 2019 22:05 WIB

Singapura Usul RI Bangun Kawasan Ekonomi Khusus Industri di Jateng

Trio Hamdani - detikFinance
Pabrik Karoseri Bus di Ungaran-Jateng/Foto: Khairul Imam Ghozali Pabrik Karoseri Bus di Ungaran-Jateng/Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Singapura mengusulkan agar Jawa Tengah dibangun kawasan ekonomi khusus (KEK) industri. Darmin mengatakan, saat ini memang belum ada KEK industri di Pulau Jawa.

Darmin menyampaikan hal tersebut usai rapat koordinasi (rakor) KEK industri di kantornya. Rakor tersebut dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Darmin mengatakan memang belakangan ini banyak permintaan agar Pulau Jawa dibangun KEK industri. Kementerian Perindustrian pun mempelajari hal tersebut, dan telah ada kesepakatan mengenai itu.

"Ya kesepakatannya adalah KEK industri itu di Jawa boleh tapi ada kriterianya supaya jangan kemudian jangan mengganggu ke industri-industri lain yang sudah ada di luar KEK," kata dia di kantornya, Senin (22/7/2019).


Untuk itu perlu ada kriteria khusus, di mana KEK yang dibangun harus fokus pada industri berorientasi ekspor, industri substitusi impor, dan yang mengolah bahan baku, serta barang setengah jadi, termasuk kegiatan industri berteknologi tinggi.

"Memang ada juga seperti Singapura mengusulkan supaya Kendal (Jawa Tengah) itu diubah jadi KEK," jelasnya.

Airlangga secara terpisah menyebutkan, yang diprioritaskan adalah industri di sektor otomotif, tekstil, komponen, termasuk komponen elektronika. Kendal sendiri hanya salah satu contoh saja sebagai usulan Singapura. Jawa Timur sendiri berpeluang untuk dibangun KEK industri.

"Kalau di Jawa Timur terkait klaster digital. Kan kita mau imbangi klaster digital sekarang di BSD, Nongsa, Bandung. Sedangkan perguruan tinggi di Jawa Timur kan belum bergerak jadi kita coba push juga supaya lebih merata talentanya," tambahnya.



Simak Video "Harga Tiket Pesawat Harus Turun Paling Lambat 1 Juli"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com