Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Agu 2019 17:51 WIB

Diuangkan, Aset Negara Ini Sumbang PNBP Rp 2,7 Triliun

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari/Foto: Hendra Kusuma (detikFinance) Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari/Foto: Hendra Kusuma (detikFinance)
Jakarta - Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) berhasil menyumbangkan pendapatan ke negara sebesar Rp 2,7 triliun sejak pertama kali berdiri pada 2016. Angka ini berasal dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang diperoleh dari pengelolaan aset-aset negara yang dilakukan oleh LMAN.

Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari mengatakan PNBP ini diperoleh dari sejumlah aset negara yang berhasil dimonetisasi. Mulai dari monetisasi pendayagunaan aset kilang LNG hingga properti.

"PNBP yang sudah kita sumbangkan secara kumulatif sudah Rp 2,7 triliun. Pemanfaatan asetnya ada yang menjadi rumah sakit, sekolah, dan aset lain seperti perkantoran," katanya dalam diskusi media di Kantor Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).


Wanita yang akrab disapa Puspa ini menjelaskan kontribusi PNBP dari pengelolaan aset negara yang tertinggi berasal dari migas, terutama LNG plant di Bontang. Saat ini ada dua aset kilang gas alam cair yang diserahkelolakan kepada LMAN, yaitu kilang LNG di Bontang dan Arun.

Sebagian besar aset yang juga dikelola LMAN merupakan aset menganggur, seperti properti dan tanah. Monetisasi aset dilakukan dengan tarif sewa ataupun kerja sama operasi dengan pihak ketiga, misalnya 106 unit apartemen yang ada di Puri Casablanca di Jakarta Selatan.

"Dalam konteks ini LMAN bukan korporasi. Kita menghasilkan PNBP untuk optimalisasi aset negara tapi bukan korporasi," jelas Puspa.


Adapun aset yang dikelola oleh LMAN di tahun keempatnya ini tercatat sebesar Rp 29,18 triliun. Aset-aset yang dikelola inilah yang berhasil menyumbangkan PNBP sejak berdiri empat tahun lalu.

Portofolio aset negara kelolaan LMAN sendiri akan kembali bertambah seiring berjalannya waktu. Dengan demikian, ada potensi penambahan PNBP yang dapat diperoleh dari monetisasi aset tambahan tersebut nantinya.

Simak Video "Banyak Karangan Bunga Sindir Ari Askhara, IKAGI: Ekspresi Kekesalan"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com