Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Agu 2019 20:25 WIB

Kemenhub Gandeng ITS Bikin Kapal Pariwisata Made In Indonesia

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Kementerian Perhubungan berencana menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk bekerja sama membuat kapal pariwisata produksi dalam negeri.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam lawatannya di ITS, Kamis (15/8/2019).

"Saya ditugaskan oleh Pak Presiden untuk membangun kapal yang dapat melihat pemandangan bawah laut, untuk di Labuan Bajo dan Bunaken. Tetapi saya ingin bahwa kapal ini jangan dibeli dari luar negeri melainkan dibuat di dalam negeri. Kita tahu ITS punya keunggulan dalam mendesain dan melakukan persiapan-persiapan kapal, oleh karenanya saya datang ke pak rektor untuk bekerjasama membangun kapal ini," jelas Budi Karya.
Dalam merancang kapal wisata ini, Budi Karya meminta agar desain kapal yang dibuat untuk mengadopsi kearifan lokal dan keunikan dari masing-masing daerah.

"Kita memang minta kepada ITS buat ini menjadi suatu desain yang mewah dan memiliki kearifan lokal. Misal kapal di Bunaken dengan gaya Manado, di Labuan Bajo dengan gaya NTT," tutur dia.

Kapal wisata ini rencananya akan dirancang dengan bagian dasar kapal yang tembus pandang sehingga penumpang bisa melihat pemandangan bawah laut dari dalam kapal.

Dalam kerja sama ini, ITS akan memproduksi 2 (dua) buah kapal yang akan ditempatkan di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur serta Pulau Bunaken Manado. Ke depannya Menhub mengajak pihak swasta turut berinvestasi membangun kapal-kapal pariwisata.
Proses pembuatan kapal sendiri direncanakan akan memakan waktu total 5 bulan, dengan tahapan meliputi studi kelayakan 2 bulan, desain dasar atau DED (Detailed Engineering Design) 2 bulan, serta tahap produksi selama 3 bulan.

"Kami minta tahap DED selesai sebelum bulan Oktober, sehingga kita harapkan sebelum lebaran tahun depan kedua kapal ini sudah selesai. Ke depannya, bukan pemerintah lagi yang invest, melainkan pihak swasta," tambahnya.

Langkah Menteri Menhub Budi Karya Sumadi yang menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk pembuatan kapal pariwisata mendapat apresiasi. Menhub dinilai tepat karena design dan pembangunannya kelak dikerjakan oleh para engineer dalam negeri.

"ITS memang layak dapat kepercayaan mendesign kapal wisata tersebut, karena memang ITS mempunyai Fakultas Teknik Perkapalan," kata Pengamat Transportasi Dion M.

Dion M yang juga Alumni ITS jurusan Ekektro menyayangkan, pemerintah masih minim dalam memberikan Anggaran Riset Nasional kepada ITS. Apalagi ITS yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) memiliki banyak program riset yang belum terlaksana.

"Harapan ke depan tentunya semoga Pemerintah lebih memperhaikan ITS yang juga telah banyak memenangkan lomba-lomba Internasional sebagai juara 1," kata Dion.

Simak Video "Merdeka! Ini Sepatu Kulit Bermotif Peta Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed