Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 27 Agu 2019 12:43 WIB

Harga Emas Lagi Tinggi Banget, Saatnya Beli atau Jual?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Komoditas emas sedang menjadi sorotan sebagai salah satu jenis portofolio dalam investasi. Terlebih lagi harganya yang sudah memecahkan rekor hari ini.

Tak heran, Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyebut emas sebagai safe haven. Maksudnya, emas menjadi instrumen investasi yang aman dalam situasi dunia yang sedang bergejolak seperti sekarang ini.

Prospek emas yang makin berkilau juga dibenarkan oleh peneliti ekonomi Indef Bhima Yudhistira. Bhima menjelaskan sejak awal tahun, harga emas tren harganya meningkat, dia pun menyebutkan bahwa saat ini sangat tepat untuk investasi emas.

"Harga emas internasional tercatat naik hingga 20.15% sejak awal tahun 2019, menjadi US$ 1,541 per ons. Justru ini saat yang tepat untuk mengoleksi emas sebagai investasi jangka menengah," ungkap Bhima kepada detikFinance, Senin (26/8/2019).

Bhima menjelaskan, tren emas yang makin mengkilap ini disebabkan melemahnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS di dalam pusaran ekonomi dunia. Padahal, dolar pernah menjadi safe haven, namun kini kepercayaan tersebut hancur.

Terlebih lagi sentimen negatif mulai dari perang dagang hingga isu resesi di AS memperkeruh keadaan dolar.

"Dulu kan safe haven salah satunya dolar AS. Tapi ada upaya dari bank sentral di negara maju untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap dolar AS. Apalagi di saat AS di bawah Trump, membuat kebijakan yang blunder bagi ekonomi. Trust terhadap dolar anjlok," papar Bhima.

Buktinya, kata Bhima, angka index dolar hanya naik 1,59% ke poin 97,6 sejak awal tahun, padahal biasanya lebih dari angka tersebut.

"Buktinya secara year to date atau awal tahun dolar index hanya naik 1.59% menjadi 97,6. dolar index merupakan perbandingan antara dolar AS dengan 6 mata uang lainnya," jelas Bhima.


Sri Mulyani, sebelumnya mengakui bahwa komoditas emas jadi safe haven. Tanda-tandanya adalah terjadi kenaikan harga emas yang tinggi.

"Safe haven di komoditas emas, kenaikan harga terjadi semenjak tahun ini," ujar mantan direktur Bank Dunia itu saat jumpa pers APBN Kita di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019).

Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sendiri, hari ini dijual Rp 774.000/gram. Harga itu naik Rp 9.000 dari posisi di hari Sabtu (24/8) kemarin yang berada di Rp 765.000/gram.

Harga tersebut tercatat yang paling tinggi dalam enam bulan terakhir. Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini naik Rp 8.000 ke level Rp 700.000/gram.



Simak Video "Imbas Perang Dagang AS-China, Harga Emas Antam Melambung Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com