Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Sep 2019 06:45 WIB

Kiprah BJ Habibie di Sektor Ekonomi

Trio Hamdani - detikFinance
1 Keluar dari Krismon
Halaman 2 dari 4
Foto: detik Foto: detik

BJ Habibie dilantik sebagai Presiden pada 21 Mei 1998 menggantikan Presiden Soeharto. Ia dilantik saat ekonomi Indonesia porak-poranda.

Kacaunya ekonomi Indonesia tampak di akhir 1997, saat itu dolar Amerika Serikat (AS) merangkak ke Rp 4.000 kemudian lanjut ke Rp 6.000 di awal 1998. Lalu, dolar AS sempat mencapai Rp 13.000, sedikit menjinak, dan kembali menyentuh Rp 8.000 pada April 1998.

Pada Mei 1998, Indonesia memasuki periode kelam. Penembakan mahasiswa, kerusuhan massa, dan kejatuhan Orde Baru membuat rupiah 'terkapar' lagi. Hingga akhirnya Orde Baru tumbang digantikan Reformasi pada Mei 1998.

Dolar AS menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di Rp 16.650 pada Juni 1998.

Kondisi nilai tukar saat itu merupakan salah satu tolak ukur dari hancurnya perekonomian Indonesia. Habibie mengemban tugas menyelamatkan ekonomi tanpa didampingi wakil presiden.

Habibie berhasil membawa Indonesia keluar dari cengkraman krisis moneter. Namun salah satu upaya yang dilakukan pemerintah saat itu dengan menjadi pasien dari IMF.

Sebagai konsekuensinya, seluruh kebijakan ekonomi pemerintah harus dengan persetujuan IMF, sebagai syarat pemberian pinjaman. Habibie juga saat itu membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebuah lembaga yang bekerja untuk menyembuhkan bank-bank yang kolaps.


(toy/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com