Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 14 Sep 2019 10:00 WIB

Ada Kabut Asap, Hunian Hotel di Riau Diprediksi Turun 15%

Chaidir Anwar Tanjung - detikFinance
Foto: Kabut asap di Pekanbaru makin pekat (Chaidir-detikcom) Foto: Kabut asap di Pekanbaru makin pekat (Chaidir-detikcom)
Pekanbaru - Kabut asap kebakaran lahan mulai berdampak pada perekonomian masyarakat di Riau. Salah satu imbas terburuknya, tingkat hunian hotel di Pekanbaru, ibu kota Riau, menurun.

"Kalau sudah terjadi Karhutla di Riau dan terjadi kabut asap, maka ini mempengaruhi bisnis perhotelan. Kalau sudah kabut asap terjadi, pasti banyak acara yang mestinya digelar di hotel jadi tertunda. Kondisi itu banyak terjadi saat ini, yang jelas asap ini merugikan bisnis perhotelan di Pekanbaru," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal, kepada detikcom, Sabtu (14/9/2019).

Nofrizal menjelaskan, dengan kondisi asap yang terjadi saat ini, maka diperkirakan terjadi penurunan hunian antara 10 sampai 15 persen. Ini terjadi secara merata di seluruh hotel di Riau terutama di Pekanbaru.


Menurut Nofrizal, penurunan 10 hingga 15 persen itu sangat terasa sekali buat bisnis hotel di Riau. Sebab, selama ini tingkat hunian hotel rata-rata masih di bawah 60 persen.

"Tingkat hunian hotel rata-rata hanya 40 persen saja. Sekarang dari jumlah tersebut berkurang lagi 10 sampai 15 persen karena asap. Jadi imbas kebakaran lahan ini cukup merugikan kita," kata Nofrizal yang juga menjabat anggota DPRD Kota Pekanbaru itu.

Nofrizal mengakui, setiap musim asap ada fenomena warga Riau yang justru menginap bersama keluarganya di hotel. Namun jumlah tersebut tidak terlalu signifikan ketika terjadi kabut asap.

"Kita akui ada warga yang menginap di hotel agar terhindar asap. Tapi jumlah sedikit. Malah lebih banyak warga Riau ke luar ke provinsi lain, mereka liburan sama keluarganya karena anak-anak mereka diliburkan karena asap," kata Nofrizal yang menyebutkan ada 200 hotel bintang dan non bintang yang ada di Riau.


Dia menjelaskan, asap paling terasa dua pekan terakhir. Dari sejumlah informasi yang dihimpun, banyak sejumlah acara yang mestinya digelar di hotel justru ditunda atau dibatalkan. Semuanya dengan asalan kondisi kabut asap.

"Dua pekan ini banyak jadwal yang harus tunda atau malah dibatalkan. Padahal sebelumnya sudah pesan kamar, pesan ruangan rapat dan sebagainya. Tiba-tiba menjelang hari H batal atau ditunda, alasan mereka kondisi kabut asap," tutup Nofrizal.

Simak Video "Upaya Turunkan Hujan, 3 Ton Garam Disemai di Langit Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(cha/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com