Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 14 Sep 2019 14:45 WIB

Riau Dilanda Kabut Asap, Bisnis Masker Laris Manis

Chaidir Anwar Tanjung - detikFinance
Foto: Chaidir Anwar Tanjung Foto: Chaidir Anwar Tanjung
Pekanbaru - Bisnis masker laris manis semenjak kabut asap mengepung Riau imbas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Masker jadi kebutuhan masyarakat agar tidak langsung menghirup udara dengan kualitas yang buruk.

Masker yang biasanya di jual di toko obat dan apotek berwarna hijau dan putih kini paling dicari warga Pekanbaru. Masyarakat membeli masker ini selama kabut asap mengepung Riau sekitar dua bulan terakhir ini.

Tidak hanya masyarakat, perusahaan atau komunitas masyarakat di Riau juga memborong masker dalam jumlah banyak untuk dibagikan secara gratis ke masyarakat terutama yang menggunakan sepeda motor.

"Banyak yang beli masker sejak kabut asap ini. Kalau warga biasanya beli jumlahnya sedikit. Tapi sekarang banyak komunitas warga yang belinya dalam jumlah banyak, katanya untuk disumbangkan ke warga yang terpapar asap," kata Hasan (45) pemilik toko obat di Jl Subrantas Pekanbaru saat kepada detikcom, Sabtu (14/9/2019).

Selain masker yang ada di toko obat atau apotek, masker dengan model yang berbeda juga ramai sekarang di jual di tepi jalan. Masker yang dijajakan ini berbahan dasar kain dengan beragam warna.


"Saya jualan ini sudah satu bulan sejak asap muncul lagi. Masker yang saya jual berbeda dengan yang di toko obat. Ini berbahan dasar kain, yang bisa dicuci kembali," kata Fuad (38) penjual masker di Jl Subrantas.

Fuad menjelaskan, awal berjualan masker sebulan yang lalu pembelinya lumayan banyak. Namun sepekan terakhir ini, pesaing tambah banyak karena asap semakin pekat.

"Waktu asap mulai banyak, jualan saya banyak yang beli. Tapi seminggu ini, yang beli berkurang. Ini karena banyak pedagang dadak lainnya berjualan yang sama. Walau pun begitu, pembeli tetap ada saja. Apa lagi kalau asap lagi pekat," kata Fuad.

Berbeda lagi dengan pengakuan Bahtiar (50) yang berjualan masker di Jl Sudirman, Pekanbaru. Padahal, sebelumnya ia sehari-hari biasa berjualan es tebu di pinggir jalan.

"Sambil jualan es tebu, saya juga sekarang jualan masker. Jualan masker ini musiman saja kalau lagi ramai asap. Lumayan juga, banyak yang beli, harganya murah kok Rp 5.000 satu," kata Bahtiar.



Simak Video "TNI Akan Bikin Hujan Buatan Atasi Karhutla di Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(cha/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com