Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Sep 2019 17:22 WIB

Sri Mulyani Mau Bawa RI Lepas dari Middle Income Trap, Caranya?

Hendra Kusuma - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Lamhot Aritonang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki misi untuk membebaskan Indonesia dari jebakan pendapatan menengah atau yang dikenal dengan middle income trap. Untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan tersebut, ada beberapa hal yang harus diwaspadai.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara pada acara orientasi bagi anggota DPD terpilih periode 2019-2024 di JW Marriot Hotel, Jakarta Selatan.

"Saat ini Indonesia ada di dalam tingkat pendapatan ekonomi menengah, namun untuk bisa meningkatkan pendapatan kita yang tinggi banyak faktor yang harus kita waspadai dan kita hindari agar Indonesia tidak menjadi negara yang berhenti pada middle income trap," kata Sri Mulyani, Jakarta, Rabu (18/9/2019).


Beberapa hal yang harus dihindari agar misi Sri Mulyani sukses membawa Indonesia sebagai negara dengan pendapatan yang tinggi adalah memperbaiki kesenjangan. Adapun, yang dilakukannya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dengan memberikan perhatian khusus pada konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, ekspor, dan impor.

Tidak hanya itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga akan memberikan perhatian khusus terhadap sisi produksi dan suplainya. Untuk meningkatkan produksi dan suplai, Pemerintah akan mengoptimalkan bonus demografi yang ada di tanah air yang didominasi usia produktif.

"Oleh karena itu di dalam konteks opportunity atau kesempatan ini kita harus mampu menggunakan bonus demografi ini dengan melakukan investasi di bidang SDM untuk meningkatkan produktivitas," tehas Sri Mulyani.

Middle income trap adalah sebuah istilah untuk negara yang masyarakatnya terjebak di pendapatan menengah. Indonesia saat ini disebut sebagai negara yang masuk dalam kategori tersebut. Jika bisa terbebas dari istilah tersebut maka Indonesia akan menjadi negara maju.

"Kita juga harus mampu meningkatkan kemampuan inovasi dan penggunaan teknologi di dalam rangka untuk menghindarkan Indonesia dari perangkap pendapatan menengah atau middle income trap," jelasnya.


Tidak sampai di situ, Sri Mulyani juga bilang bahwa dengan memperbaiki institusi dan kebijakan pemerintah juga menjadi kunci untuk membuat nasional keluar dari jebakan pendapatan menengah. Sebab, kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah harus menjadi solusi dan bukan sebagai penyebab fundamental ekonomi tanah air makin melemah.

Oleh karena itu, semua jurus Pemerintah untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah sudah ada di dalam APBN lewat fungsi alokasi, distribusi, dan menjaga stabilitas ekonomi.

"Seluruh kebijakan ini untuk bisa menjaga ekonomi Indonesia dari kondisi global yang tidak pasti dan sekaligus terus menerus memperbaiki pondasi ekonomi Indonesia termasuk kualitas SDM," ungkap wanita yang akrab disapa Ani ini.

Simak Video "Luhut dan Sri Mulyani Diminta Berhati-hati Pose 1 Jari"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com