Mentan Syahrul: Data Pangan Wajib Pakai Punya BPS!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 30 Okt 2019 07:52 WIB
Mentan Syahrul: Data Pangan Wajib Pakai Punya BPS!
Foto: detik

Mentan Syahrul Yasin Limpo telah menemui Kepala BPS Suhariyanto. Pertemuannya dengN Suhariyanto untuk pertama kali tersebut bertujuan untuk menyatukan data lahan baku sawah di Indonesia. Sehingga, baik data lahan baku sawah maupun keseluruhan data pangan hanya berdasarkan satu sumber, yakni BPS.

Usai menyambangi BPS, Syahrul juga akan menemui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil besok, tepatnya Kamis, 31 Oktober 2019. Pertemuannya ini direncanakan untuk membahas penyempurnaan data luas lahan baku sawah di Indonesia.

Syahrul mengungkapkan, pertemuannya lusa nanti bertujuan untuk menyatukan pemahaman dalam memberi definisi lahan baku sawah. Menurut pihaknya sendiri, lahan tetap harus dicatat sebagai sawah meski sudah tak lagi menanam padi.

"Saya hari Kamis, lusa ya, akan ketemu dengan Menteri ATR. Saya akan datangi Menteri ATR untuk duduk sama-sama, lebih banyak mungkin definisi yang mereka pakai seperti apa melihat lahan baku sawah, dan seperti apa Kementan dan staf pertanian punya definisi untuk mengukur lahan pertanian yang ada, khususnya sawah itu," terang Syahrul usai menemui Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Menurutnya, teknologi yang digunakan dalam pemetaan lahan baku sawah di Indonesia memiliki beberapa kekeliruan sehingga harus disempurnakan.

"Nah kalau ini sudah kita temukan, seperti tadi contohnya di kita walaupun tanamannya sudah tidak padi, sudah tembakau, itu tidak boleh dicatat sebagai bukan sawah. Demikian pencitraan-pencitraan satelit yang ada. Lahan baku harus kita gunakan sebagai lahan baku sawah. Bisa saja nanti di kemudian hari itu akan kembali sebagai sawah padi. Kalau kita hilangkan sekarang yang bersoal nanti para petani itu. Pasti ada bias, oleh karena itu kalau ada margin error 1-2% kita selesaikan di lapangan," jelas dia.

Lanjut ke halaman berikutnya >>>