Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 05 Nov 2019 10:58 WIB

Jaga Ketahanan Pangan, RI Masih Terkendala Bibit Impor dan Mahal

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan bahwa populasi penduduk Indonesia akan mencapai 350 juta jiwa pada 2045. Hal itu harus dibarengi dengan peningkatan produksi pangan guna memastikan ketahanan pangan dalam negeri.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O. Widjaja dalam Rakornas bertema "Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Pangan" yang dihadiri pengusaha dari Kadin dan pemerintah.

"Kita harus bisa meningkatkan produksi pangan secara signifikan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional," kata dia di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019).


Untuk meningkatkan produksi dibutuhkan bibit yang unggul dan berproduksi tinggi. Namun menurutnya kondisi perbibitan dan perbenihan saat ini masih belum terkoordinasikan dengan baik. Pasalnya bibit dan benih yang beredar sangat beragam, dan banyak yang belum terstandardisasi dan kadang-kadang hilang dari pasaran.

"Bibit dan benih bersertifikat yang masih sangat terbatas berakibat pada harga yang cukup mahal, dan banyaknya impor bibit untuk memenuhi kekurangan pasokan. Padahal, banyak bibit impor yang tidak sesuai dengan kebutuhan para petani," jelasnya.


Menurut dia, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang mengatur perbibitan dan perbenihan komoditas pangan secara nasional agar dapat terkoordinasi mulai dari pengadaan, pendistribusian, penyimpanan hingga cara menanamnya.

Lanjut dia, pemerintah juga perlu membuat industri pembibitan dan perbenihan berkembang dengan memberikan insentif khusus.

"Distribusi bibit dan benih yang baik serta penangkar benih yang terlatih dan tersebar ke seluruh wilayah Indonesia, sehingga bibit dan benih mudah didapat, dengan harga terjangkau," tambahnya.

Simak Video "Penyelundupan Benih Lobster Rp 66 Miliar ke Singapura Digagalkan!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com