Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Des 2019 10:59 WIB

20.000 Ton Beras Bulog Terancam Busuk, Muncul #TangkapEnggar

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pada tahun 2018 Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dipimpin oleh Enggartiasto Lukita menerbitkan izin impor beras. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia melakukan impor beras sebanyak 2,25 juta ton sepanjang tahun 2018 dengan nilai US$ 1,03 miliar.

Kebijakan impor tahun lalu itu jadi bahan perbincangan dan dituding menjadi penyebab stok 20.000 ton beras Bulog saat ini terancam busuk.

Lantas, bagaimana kebenaran itu?


Menjawab hal tersebut, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi menegaskan bahwa kebijakan impor beras tahun lalu tak menjadi penyebab 20.000 ton beras turun mutu.

"(Impor) nggak ada pengaruh," tegas Tri di kantornya, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, impor tersebut justru memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP).

"Dengan stok impor nggak masalah, justru menguatkan stok pemerintah," kata Tri.

Klik halaman selanjutnya >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Beras Bulog Terancam Busuk, Buwas Akan Jadikan Ethanol"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com