Dulu Mengkritik, Fadli Zon Kini Dukung Susi

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 17 Des 2019 16:16 WIB
Dulu Mengkritik, Fadli Zon Kini Dukung Susi
Jakarta - Politikus Gerindra, Fadli Zon ikut berkomentar soal kehebohan rencana pemerintah membuka keran ekspor benih lobster. Keran ekspor direncanakan dibuka kembali demi mengoptimalisasi pemanfaatan benih lobster hasil tangkapan di alam.

Fadli menyarankan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk mempertimbangkan masukan dan kritik yang baik soal ekspor benih lobster. Ekspor benih lobster menjadi ramai dibicarakan lantaran bertentangan dengan kebijakan menteri KKP sebelumnya Susi Pudjiastuti yang melarang ekspor komoditas tersebut.

"Sy sarankan pd kolega sy Menteri Edhy Prabowo untuk mempertimbangkan masukan n kritik yg baik soal benih lobster," cuit Fadli pada akun Twitternya @fadlizon, seperti dikutip Selasa (17/12/2019).

Fadli menyarankan Edhy untuk menimbang kembali rencananya tersebut dan mempertahankan kebijakan menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti. Fadli bilang, Susi punya nasionalisme yang tinggi.

"Jangan apriori walau datang dr manapun apalagi dr pendahulu @susipudjiastuti yg punya nasionalisme tinggi. Sy yakin Menteri Edhy Prabowo akan bijak bersikap," cuitnya.


Fadli sendiri diketahui cukup kritis terhadap kebijakan menteri KKP sebelumnya, Susi Pudjiastuti.

Masih lewat akun Twitternya, Fadli pernah mengkritik bagaimana pemerintah saat ini seolah mengabaikan nasib rakyat miskin di tengah pembangunan infrastruktur yang sedang masif. Salah satu contohnya adalah ukuran kinerja KKP yang disebutnya hanya dilihat dari jumlah kapal yang ditenggelamkan dan stok ikan yang meningkat, padahal nasib nelayan saat ini masih hidup dalam kelompok masyarakat miskin.

"Di tempat lain, kita membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat. Seolah itu adalah ukuran keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan," cuitnya dalam akun Twitter @fadlizon, seperti dikutip Rabu (7/2/2018).

Fadli bahkan menyebut nasib nelayan saat ini kerap dikriminalisasi lantaran persoalan penggunaan alat tangkap yang tak kunjung selesai.

"Padahal, di saat yang bersamaan, nelayan kita masih menjadi kelompok termiskin, bahkan sempat menjadi kelompok yang rentan terkena kriminalisasi gara-gara persoalan alat tangkap," sambungnya.

Setelah cuitan tersebut diposting selama lebih dari lima jam, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kemudian membalas twit tersebut.

"Ukuran keberhasilan yg telah anda lakukan apa Pak Fadli yth??? Mohon pencerahan," balas Susi.



Simak Video "Ini Daftar Lengkap 53 Tokoh yang Dapat Tanda Jasa dari Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/fdl)