Dana untuk 200.000 Peserta PKH Gagal Cair, Kok Bisa?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 17 Des 2019 17:30 WIB
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Pemerintah telah menganggarkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 32,65 triliun. Dana tersebut ditargetkan untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat. Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara mengatakan, hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan 98% dana PKH.

"Kalau realisasi sudah 98% karena pencairan terakhir bulan Oktober," kata Juliari usai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Dari angka tersebut, ia mengakui memang ada dana yang gagal dibayarkan terhadap peserta PKH atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Kalau ada gagal kirim itu tidak terlalu banyak," ujar Juliari.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi ZA Dulung mengatakan, ada sekitar 200.000 rekening KPM dalam PKH yang gagal dibayarkan.


"Terakhir itu ada sekitar 200.000 (KPM) yang gagal dikirimkan dari total keseluruhan 10 juta KPM," ungkap Andi.

Andi mengungkapkan, penyebab gagalnya penyaluran dana PKH terhadap 200.000 KPM itu karena ada peserta yang sudah pindah, meninggal, dan sebagainya.

"Itu puluhan juta (KPM) kok. Pasti ada yang sudah pindah, ada yang sudah meninggal. Jadi ini bukan karena ada kartu hilang atau dibuang, bukan. Jadi (mekanismenya) data diberikan ke bank dan dibuatkan kartu, kartu dikirim ke daerah. Sampai ke daerah kan dibagikan kartunya, dicarikan orangnya. Kan pasti ada yang nggak ketemu," jelas Andi.

Adapun dana yang diterima KPM dalam PKH beragam besarnya, disesuaikan dengan beban yang ditanggung KPM. Namun, rata-rata KPM menerima dana sebesar Rp 2,2 juta per tahun.

"Dirata-ratanya Rp 2,2 juta per tahun. Tergantung keluarganya. Anaknya sekolahnya lebih besar, bisa dapat sampai Rp 3 juta. Tergantung beban keluarga," paparnya.


Meski begitu, Andi menilai kegagalan penyaluran dana PKH tersebut hanya sebagian kecil dibandingkan realisasi penyaluran 98% tersebut.

"Nggak besar kok itu. Justru kalau terbagi 100% saya bingung. Karena data itu kan nggak ada yang perfect 100%. Ini jutaan (KPM), lho. Sekarang misalnya data itu dikirim dari Pemda, 2 bulan lagi SK-nya baru ke luar. Apa nggak ada yang meninggal? Apa nggak ada yang pindah? Apa kira-kira kalau dicari, lalu ketemu semua sekian juta orang itu?" pungkas Andi.

Simak Video "Kades di Sukabumi Beberkan Kejanggalan Data Penerima PKH"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)