ISIS Eks WNI Kalau Pulang ke RI Bisa Ganggu Investasi?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 17 Feb 2020 12:15 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia/Foto: Mohammad Wildan/20detik
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak akan memulangkan mantan kombatan ISIS ke Indonesia. Jokowi ingin menjamin keamanan dalam negeri.

Senada dengan itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan saat ini pemerintah sedang memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Menurutnya jika kepulangan ISIS eks WNI mengganggu iklim investasi di Indonesia, maka tidak perlu dilakukan.

"Dari sisi investasi, sudah, kita ini lagi membenahi kondisi investasi agar orang (investor) masuk. Jadi kalau datang ke Indonesia hanya untuk bikin kacau, mendingan jangan pulang," kata Bahlil di kantornya, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bahlil menjawab pertanyaan apakah kepulangan ISIS eks WNI bisa mengganggu investasi atau tidak.

BKPM tahun ini menargetkan realisasi investasi RI mampu mencapai Rp 886 triliun, lebih tinggi dari realisasi investasi 2019 senilai Rp 809,6 triliun dan 2017 senilai Rp 792 triliun.

Bahlil optimistis cita-cita itu bisa tercapai karena berkaca pada realisasi investasi tahun lalu yang tercatat mampu melampaui target.

"Target Rp 866 triliun untuk target realisasi investasi 2020 saya yakin sekali insyaallah bisa melihat potret yang ada sekarang dan realisasi investasi kita kan di 2019 melampaui target," ujar Bahlil di Depok, Sabtu (1/2/2020).

Jokowi dalam kesempatan sebelumnya mengatakan ingin menjamin keamanan dalam negeri atas keputusan tidak memulangkan WNI eks ISIS.

"Saya kira kemarin sudah disampaikan bahwa pemerintah punya tanggung jawab keamanan terhadap 267 juta penduduk Indonesia, itu yang kita utamakan. Oleh sebab itu, pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang-orang yang ada di sana, ISIS eks WNI," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).



Simak Video "Investasi Terhambat, Kepala BKPM: Ada 'Hantunya'"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)