Buruh Tolak Keras Usulan THR Dipotong 50%!

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 26 Mar 2020 18:40 WIB
Peringatan Hari Buruh 2017
Foto: Ilustrasi: Kiagoos Auliansyah
Jakarta -

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak keras jika pengusaha membayar Tunjangan Hari Raya (THR) hanya sebesar 50% akibat ada pandemi virus corona.

Presiden KSPI Said Iqbal menilai jika upah buruh tidak dibayar penuh, maka daya beli buruh akan menurun. Sedangkan saat Ramadhan dan Lebaran kebutuhan buruh akan meningkat tajam.

"Karena itu, KSPI meminta pemerintah tidak mengabulkan usulan pengusaha yang ingin memberikan THR hanya 50% dan tidak membayar upah buruh yang diliburkan secara penuh," katanya dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Kamis (26/3/2020).

Di lapangan, kata Iqbal, sudah ada pekerja di sektor tekstil dan garmen di Jawa Barat yang meliburkan buruhnya dengan hanya membayar sekitar 25%. Di Jawa Tengah, ada buruh yang hanya dibayar 50% padahal mereka masih bekerja. Sedangkan di Jawa Timur, ada pengusaha yang tidak membayar upah buruh yang tidak bekerja karena mengaku tidak lagi memiliki uang.

"Apalagi kalau pemerintah mengabulkan membayar THR sebesar 50%. Maka nasib buruh akan semakin terpuruk," ucapnya.

Jika ada tindakan sepihak dari pengusaha yang tidak membayar THR dan upah secara penuh, ia menyebut buruh Indonesia akan melakukan demonstrasi sebagai bentuk protes.



Simak Video "Jika Pembahasan RUU Cipta Kerja Tak Disetop, Buruh Ancam Tambah Massa!"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)