Produksi Cabai Diprediksi Surplus, Ini Datanya

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 30 Mar 2020 12:42 WIB
Harga cabai di Pasar Jembatan Lima, Jakarta Barat masih mahal, Kamis (16/1/2020). Di pasar ini harga cabai kriting dan cabai merah besar mencapai 80 ribu rupiah.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Indonesia sudah memasuki musim panen mulai Maret hingga Juni 2020. Pemerintah memprediksi produksi cabai dalam negeri hingga bulan Juni surplus 124.881 ton.

"Berdasarkan data Early Warning System (EWS) diprediksi produksi cabai dibandingkan dengan kebutuhannya secara nasional masih surplus," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto dalam keterangan resminya, Senin (30/3/2020).

Berdasarkan EWS, produksi aneka cabai bulan Maret ini 203.057 ton dengan kebutuhan 174.219 ton, sehingga surplus 28.838 ton. Kemudian, produksi bulan April 217.588 ton dengan kebutuhan 178.594 ton, sehingga surplus 38.994 ton.


Selanjutnya produksi bulan Mei 217.258 ton dengan kebutuhan 182.634 ton, sehingga surplus 34.624 ton. Lalu, produksi bulan Juni diperkirakan mencapai 174.219 ton, sehingga surplus 22.425 ton.

"Kami juga sudah mengecek kebenaran kondisi existing di lapangan melalui telepon, foto open camera dan video pada beberapa wilayah sentra utama," imbuh pria yang akrab disapa Anton tersebut.

Di tengah pandemi corona ini, pihaknya menggandeng startup yang bergerak di bidang penjualan kebutuhan sehari-hari untuk menyerap hasil panen petani dalam negeri, seperti Sayur Box, Tani Hub, dan Kedai Sayur.

"Ini untuk memudahkan petani dalam menjual produknya dan memudahkan konsumen memperoleh kebutuhan pangan walau tetap di rumah," jelas dia.



Simak Video "Sensasi Pedas Pijat dengan Menggunakan Cabai"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)