Mendag Pangkas Anggaran Rp 731 M, Dialihkan ke Penanggulangan Corona

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 03 Apr 2020 20:15 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memangkas anggaran di tahun 2020 sebagai tindak lanjut langkah pemerintah dalam menanggulangi dampak virus corona (COVID-19) terhadap perekonomian nasional. Anggaran Kemendag dipangkas Rp 731,7 miliar, dari awalnya Rp 3,57 triliun menjadi Rp 2,84 triliun.

"Kemendag telah menyiapkan skenario penghematan sambil menunggu ketetapan Menteri Keuangan, dengan mengurangi belanja perjalanan dinas, paket meeting, kegiatan pameran sebesar Rp 731,7 miliar. Sehingga anggaran Kemendag menjadi Rp 2,84 triliun," kata Mendag Agus Suparmanto dalam rapat kerja (raker) virtual dengan Komisi VI DPR RI, Jumat (3/4/2020).

Pemangkasan tersebut dilakukan dengan mengurangi belanja perjalanan dinas, paket meeting, dan kegiatan pameran. Sehingga, anggaran yang ada saat ini akan difokuskan untuk penanganan corona dan program prioritas lainnya.

"Untuk membiayai kegiatan prioritas nasional yang manfaatnya langsung kepada masyarakat dan penanganan pandemi corona baik bagi ASN Kemendag, maupun kepada masyarakat sesuai tugas dan fungsi Kemendag, misalnya kepada pedagang pasar rakyat, pengelola pasar, dan lain-lain," papar Agus.

Secara rinci, berikut realokasi anggaran Kemendag tahun 2020:
Sekretariat Jenderal dari semula Rp 1,21 triliun menjadi Rp 958 miliar
2. Ditjen Perdagangan Dalam Negeri semula Rp 1,1 triliun menjadi Rp 950,4 miliar.
3. Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga semula Rp 346 miliar menjadi Rp 294,2 miliar.
4. Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional semula Rp 345 miliar menjadi Rp 213 miliar.
5. Ditjen Perdagangan Luar Negeri semula Rp 188,4 miliar menjadi Rp 140 miliar.
6. Ditjen Perundingan Perjanjian Internasional semula Rp 183 miliar menjadi Rp 138 miliar.
7. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) semula Rp 84 miliar menjadi Rp 64 miliar.
8. Inspektorat Jendral semua Rp 54,7 miliar menjadi Rp 44,7 miliar.
9 Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) semula Rp 52,16 miliar menjadi Rp 41,73 miliar.



Simak Video "Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)