Karyawan Biro Travel Umroh Beralih Jualan Kurma hingga Masker

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 13 Apr 2020 11:23 WIB
Masker kain bisa dijadikan masyarakat sebagai alternatif masker medis yang mulai langka, karena masker kain juga dapat menangkal penularan virus corona.
Ilustrasi/Foto: AP Photo
Jakarta -

Karyawan biro travel umroh terpaksa harus dirumahkan imbas virus Corona (COVID-19) yang membuat perusahaannya setop beroperasi. Pasalnya, sejak Pemerintah Arab Saudi menangguhkan sementara kedatangan jemaah umroh sejak 27 Februari 2020 lalu, perusahaan tak lagi memiliki pendapatan.

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (SAPUHI) Syam Resfiadi mengatakan karyawan biro travel terpaksa harus dirumahkan dan beberapa di antaranya tidak digaji. Tabungan perusahaan dinilai hanya mampu bertahan hingga Agustus-September 2020.

"Ada beberapa asosiasi memang tidak mampu. Karyawan betul-betul dirumahkan tidak dibayar, ada juga yang 50%, 75%, 90%, tergantung berapa lama pandemi ini kita terpengaruh. Makin lama tentunya nggak kuat juga. Maksimal 6 bulan saja, setelahnya collapse nggak punya lagi tabungan," kata Syam kepada detikcom, Senin (13/4/2020).

Syam menjelaskan, adanya situasi ini membuat anggotanya yang dirumahkan menjadi beralih profesi sebagai pedagang online. Demi melanjutkan hidup, para anggota memilih berjualan oleh-oleh khas Arab Saudi.

"Untuk di anggota SAPUHI ada beberapa yang jualan. Teman-teman anggota asosiasi ada yang berjualan oleh-oleh Arab Saudi seperti kurma," urainya.

Selain itu, pandemi ini juga dimanfaatkan oleh para karyawan untuk membuka peluang usaha dengan berjualan alat-alat kesehatan yang sedang banyak dicari seperti masker, hand sanitizer, hingga alat pelindung diri (APD).

"Dengan adanya masalah COVID-19 ini mereka juga ada yang jualan masker, hand sanitizer, alat-alat kesehatan, APD, kayak gitu-gitu. Hanya online jualannya, bukan terbuka toko," sebutnya.



Simak Video "Asosiasi Penyelenggara Jawab Isu Penghentian Umroh Hanya 2 Pekan"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)