ADVERTISEMENT

Harga Beras Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 17 Apr 2020 08:01 WIB
Pekerja mengangkut beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa (31/3/2020). Perum Bulog pastikan stok beras mencukupi untuk mengatasi kebutuhan lonjakan pangan dalam kondisi tidak terduga, sekaligus dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Saat panen raya beras ini, Arief memastikan stok beras di PIBC dan Food Station aman. Sehingga, penyebab harga beras tinggi bukanlah karena kelangkaan beras.

"Ada 31.000 ton di PIBC. Food Station punya lagi tambahan di luar PIBC ada 7.700 ton. Kalau panen saat ini ada beberapa sentra produksi masih panen. Ada yang tengah panen, ada yang sampai bulan depan. Artinya masuk beras ke Pasar Induk Cipinang itu pasti tinggi," tutur dia.

Arief mengungkapkan, pada Kamis (16/4) kemarin, pihaknya menerima kunjungan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto di PIBC. Dalam kunjungan itu, Agus hanya berpesan agar harga beras tidak naik terlalu tinggi.

"Pak Mendag tadi datang pertama kunjungan ke PIBC, memastikan harga beras tidak naik terlalu tinggi. Tapi kalau beras medium memang naik karena gabahnya tinggi. Tapi kalau HET beras premium Rp 12.800/kg kita masih bisa penuhi," pungkas Arief.



Simak Video "Pengacara JNE Soal Kuburan Beras Bansos: Sudah Kami Ganti"
[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT