Ada Corona, Bagaimana Kelanjutan Pembangunan Ibu Kota Baru?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2020 18:10 WIB
Lokasi ibu kota negara yang baru di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan akan di kelilingi oleh hutan. Hijau dan asri, beginilah penampakannya.
Ilustrasi/Foto: Rosyid
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan rencana pembangunan ibu kota baru di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Ia menyebut rencana pembangunan ibu kota tetap berjalan.

"Itu (ibu kota baru) kita semua kerjakan," kata Luhut saat rapat virtual dengan Komisi V DPR RI, Selasa (21/4/2020).

Luhut bercerita, Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Al Mazrouei belum lama menghubunginya. Disitu, ia bertanya soal kelanjutan dana abadi atau sovereign wealth fund (SWF).

"Saya baru ditelepon oleh Menteri Suhail dari Abu Dhabi 3 hari lalu menanyakan 'Mr. Luhut ini ibu kota baru gimana sovereign wealth fund jalan nggak?" tanyanya.

"Saya bilang jalan saja karena sovereign wealth fund bukan hanya untuk ibu kota saja tapi juga untuk infrastruktur tempatnya Pak Basuki (Menteri PUPR)," jawabnya.

Meski begitu, Luhut mengatakan sedang konsentrasi untuk penanganan virus Corona.

"Terus dia bilang lagi 'iya saya setuju tapi kita harus bicara karena setelah COVID-19 ini akan terjadi perubahan-perubahan struktur bagaimana berbisnis di dunia ini," ucapnya.



Simak Video "Luhut: Laju Penyebaran Covid-19 Menurun 7 Hari Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)