Puji 2 Perangkat Kementan, Petani: Teknologi Seimbang dengan Budidaya

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2020 14:37 WIB
Petani
Foto: shutterstock
Jakarta -

Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengapresiasi dua perangkat yang dibangun oleh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung pertanian Indonesia. Dua perangkat tersebut adalah Agriculture War Room (AWR) dan juga Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Adapun pusat data Agriculture War Room (AWR) mampu memetakan kondisi dan potensi lahan pertanian di daerah seluruh Indonesia. Sementara itu, kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) juga disediakan di tiap-tiap Kecamatan.

"AWR dan Kostratani adalah dua perangkat masa depan yang mengubah wajah pertanian Indonesia di mata dunia," ungkap Winarno dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2020).

Lebih lanjut, Winarno juga mendukung pemanfaatan teknologi dan mekanisasi yang dilakukan Kementan dalam meningkatkan capaian produksi. Menurut dia, teknologi adalah alat yang pasti, yang mampu menjadikan pertanian Indonesia lebih maju, mandiri dan modern.

"Saya kira langkah ini sesuai dengan apa yang diarahkan Menteri Pertanian SyahruI Yasin Limpo. Artinya teknologi yang diterapkan sudah sangat seimbang dengan kegiatan budidaya. Ini langkah yang bagus karena antara teknologi dan kebutuhan pangan sudah berjalan beriringan," ujar Winarno.

Namun, Winarno berharap pemerintah memberi perhatian lebih dan perlindungan khusus kepada para petani. Dia ingin mereka dalam kondisi sehat, meski harus berproduksi dalam situasi pandemi.

"Saya yakin Kostratani melalui para penyuluhnya mampu mendampingi, sekaligus melindungi para petani dari ancaman pandemi Corona. Untuk itu, tetap semangat. Bersama kita jaga pasokan pangan agar tetap terpenuhi. Kemudian mari kita manfaatkan momentum panen raya ini sebagai Jalan menuju swasembada," katanya.

Sebagai informasi, Syahrul Yasin Limpo mengaku optimistis dengan ketersediaan beras tahun ini. Dia juga yakin pemerintah mampu menstabilkan harga pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dengan baik.

"Semua ketersediaan 11 bahan pokok aman terkendali. Stok pangan kami, khususnya beras, cukup aman dan cukup terkendali," kata Mentan.

Menurutnya, masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan bahan pokok tahun ini, karena jauh sebelumnya pemerintah sudah menghitung berapa kebutuhan dan pengeluaran pangan Indonesia.

"Hitungan neraca perdagangan kita cukup. Sebelas kebutuhan bahan pokok kita seperti daging, beras, cabai jagung dan minyak juga cukup," tandasnya.

Stok beras Indonesia saat ini mencapai kurang lebih 6 juta ton. Angka tersebut dihitung melalui perkiraan produksi serta tambahan roll-over stok pada periode sebelumnya yang diperkirakan mencapai 11 juta ton. Dari penghitungan tersebut, angka konsumsi nasional hanya sekitar 7,9 juta ton.



Simak Video "Ke Boyolali, Mentan Dorong Integrated Farming Berjalan Optimal"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)