Heboh Data Tokopedia dan Bukalapak Dibobol, e-Commerce Diserang?

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 06 Mei 2020 10:32 WIB
BERLIN, GERMANY - DECEMBER 27:  A particpant checks a circuit board next to an oscilloscope on the first day of the 28th Chaos Communication Congress (28C3) - Behind Enemy Lines computer hacker conference on December 27, 2011 in Berlin, Germany. The Chaos Computer Club is Europes biggest network of computer hackers and its annual congress draws up to 3,000 participants.  (Photo by Adam Berry/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: GettyImages
Jakarta -

Jagat e-commerce Indonesia kembali dihebohkan dengan informasi yang menyatakan data pengguna Bukalapak bocor. Sebelumnya Tokopedia yang jadi sorotan karena data penggunanya diretas oleh hacker. Tentu jadi pernyataan, ada apa dengan jaringan situs jual-beli online di Indonesia?

Pakar keamanan internet dari Vaksincom Alfons Tanujaya memperkirakan jika isu Bukalapak merupakan kasus lama yang diangkat kembali setelah heboh Tokopedia diretas.

"Jadi 2017, Bukalapak itu sempat bocor. Kasusnya sih mirip-mirip lah dengan Tokopedia hari ini. Jadi password-nya di-hash, data lainnya, misalnya e-mail, data sekunder lah, e-mail, nomor handphone, itu bocor. Nah hari ini saya nggak tahu penyebabnya, apakah karena Tokopedia kan sekarang besar ya jadi orang jadi ingat yang (kasus) Bukalapak," kata dia saat dihubungi detikcom, Rabu (6/5/2020).

Namun itu asumsi positifnya. Kabar buruknya adalah ada upaya untuk menyerang marketplace dalam negeri.

"Kalau negatifnya ya kita harapkan ini bukan serangan terhadap e-commerce Indonesia ya, karena jelas-jelas Bukalapak dan Tokopedia kan memang asal Indonesia walaupun dari sisi permodalannya sudah global," sebutnya.

Dia mengkhawatirkan ada pihak-pihak yang sengaja ingin membuat citra e-commerce buatan anak bangsa jelek, sehingga masyarakat akan menganggap e-commerce asing yang ada di Indonesia lebih baik.

"Jadi itu yang perlu kita hindari. Saya takut narasinya ada yang mengarahkan ke sana," sebutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tokopedia Jawab Soal Kebocoran 15 Juta Data Pengguna"
[Gambas:Video 20detik]