Waduh! Sri Mulyani Proyeksi Tekor APBN Jadi Rp 1.028 Triliun

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 18 Mei 2020 15:34 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik pejabat eselon II
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi defisit atau tekor APBN tahun 2020 menjadi 6,27% atau semakin lebar dari prediksi sebelumnya yang tertuang pada Perpres Nomor 54 Tahun 2020. Sesuai beleid itu, pemerintah menyebut defisit APBN sebesar 5,07% terhadap PDB atau Rp 852.9 triliun.

Sri Mulyani bilang, pelebaran defisit ini dikarenakan pemerintah memberikan anggaran tambahan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). Angka defisit 6,27% ini setara Rp 1.028,5 triliun.

"APBN akan mengalami defisit Rp 1.028,5 triliun atau 6,27%, dalam rangka menalangi dan mendorong ekonomi agar tetap bertahan dalam menghadapi tekanan COVID-19 dan diharapkan bisa pulih kembali," kata Sri Mulyani dalam paparannya via video conference, Jakarta, Senin (18/5/2020).

Tambahan anggaran dalam rangka PEN antara lain untuk subsidi bunga UMKM sebesar Rp 34,2 triliun, pemberian diskon tarif sebesar Rp 3,5 triliun, tambahan anggaran bansos yang diperpanjang hingga akhir tahun baik sembako maupun tunai senilai 19,62 triliun.

Selanjutnya, pemerintah juga memberikan PMN kepada beberapa BUMN yang totalnya senilai Rp 25,27 triliun. Lalu ada modal kerja kepada BUMN sebesar Rp 32,65 triliun, dan kompensasi kepada tiga BUMN sebesar Rp 94,23 triliun.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan pemenuhan biaya ini akan dilakukan dengan penerbitan surat berharga negara (SBN) yang dibeli oleh Bank Indonesia (BI) atau sesuai dengan Perpres Nomor 1 Tahun 2020.

"Dilakukan melalui pembiayaan dan pengadaan SBN yang sudah diatur dalam Perppu atau SKB Kemenkeu dengan Bank Indonesia," ungkapnya.



Simak Video "Nasib Omnibus Law Kini di Tangan DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)