Pertumbuhan Ekonomi Sultra Diprediksi Melambat ke 4,3% Imbas Corona

Sitti Harlina - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2020 10:40 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif atau sampai September 2018 sebesar 5,17%.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Kendari -

Imbas virus Corona yang hingga kini masih menyebar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra, Suharman Tabrani menuturkan ekonomi diprediksi tumbuh melambat yakni berada pada kisaran 3,9-4,3%.

Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sultra pada 2019 yang tumbuh sebesar 6,5% (yoy).

"Dampak corona menahan laju pertumbuhan ekonomi kita tahun 2020 ini," katanya, Selasa (19/5/2020).

Dikatakannya, ada enam faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi melambat, di antaranya yakni diberlakukannya social distancing dan harga nikel dunia yang diperkirakan juga akan mengalami penurunan.

Lanjutnya, penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap 11 kabupaten kota sebesar 35% berpotensi menurunkan konsumsi pemerintah serta pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah akan tertahan seiring dengan penghentian sementara pengadaan barang dan jasa dan difokuskan pada penanganan kasus COVID-19.

"Serta pengetatan akses keluar masuk untuk manusia dan barang diperkirakan juga akan berdampak pada investasi yang dilakukan oleh swasta dan kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia pun dinilai dapat berdampak pada perdagangan luar negeri di Sultra," tandasnya.

Namun, ada pula faktor yang diprediksi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sultra, di antaranya kinerja industri pengolahan yang diperkirakan akan mengalami peningkatan didukung oleh kapasitas produksi smelter dan industri olahan logam yang masih cukup tinggi.

Program bantuan dari pemerintah seperti peningkatan bansos nontunai, rencana pelaksanaan bantuan langsung tunai, insentif bagi UMKM dan tenaga medis, program Pra Kerja, dan tingkat inflasi yang rendah diperkirakan juga dapat menjaga tingkat konsumsi rumah tangga.

"Serta harga minyak dunia yang mengalami penurunan dapat mengurangi nilai impor dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Sultra," pungkasnya.



Simak Video "Seminggu Buron, Residivis Pencabulan di Sultra Akhirnya Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)