Trump Mau Setop Tunjangan Rp 8,5 Juta per Minggu Buat Pengangguran

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 16 Jun 2020 10:08 WIB
HELSINKI, FINLAND - JULY 16: President Donald Trump shows off a World Cup football given to him by Russian President Vladimir Putin during a joint press conference after their summit on July 16, 2018 in Helsinki, Finland. The two leaders met one-on-one and discussed a range of issues including the 2016 U.S Election collusion.  (Photo by Chris McGrath/Getty Images)
Foto: Getty Images/Chris McGrath
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengakhiri program tunjangan pengangguran yang diluncurkan setelah merebaknya virus Corona (COVID-19). Dia akan menggantinya dengan kebijakan yang berbeda.

Undang-undang bantuan coronavirus federal yang diberlakukan pada Maret lalu memberi wewenang kepada orang Amerika yang menganggur untuk menerima tunjangan pengangguran tambahan US$ 600 atau sekitar Rp 8,5 juta (kurs: Rp 14.200) per minggu.

Pemberian tunjangan tersebut dijadwalkan berakhir setelah 31 Juli, yang dapat menyebabkan 30 juta penerima manfaat kehilangan pemasukan.

Pemerintahan Trump ingin pemberian stimulus US$ 600 berakhir. Administrasi mendukung penggantian manfaat yang ditingkatkan, yang dibayarkan di atas manfaat tradisional tingkat negara bagian, dengan bonus uang tunai yang mendorong orang untuk bergabung kembali dalam angkatan kerja.

"Presiden sedang melihat langkah reformasi yang masih akan memberikan semacam bonus untuk kembali bekerja, tetapi itu tidak akan sebesar dan akan menciptakan insentif untuk bekerja," kata Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kudlow.

Sementara Kudlow tidak menguraikan bentuk spesifik dari bonus untuk kembali bekerja.

Berdasarkan proposal dari Senator Rob Portman, R-Ohio, tunjangan pengangguran akan diganti dengan cek mingguan US$ 600 dengan pembayaran sementara US$ 450 per minggu untuk mereka yang kembali bekerja. Penerima akan mendapatkan US$ 450 plus upah pekerjaan mereka.

Proposal lain, dari Rep. Kevin Brady, R-Texas, akan membiarkan pekerja yang menerima tawaran pekerjaan mempertahankan manfaat pengangguran senilai US$ 600 untuk 2 minggu.

Pihak Partai Demokrat, di sisi lain ingin memperpanjang tunjangan pengangguran yang ditingkatkan. Mereka mengesahkan undang-undang bantuan keuangan di DPR yang akan memperpanjang manfaat US$ 600 hingga awal tahun depan.

Beberapa anggota Demokrat juga mengusulkan secara bertahap mengurangi bantuan dengan mengikatnya ke metrik ekonomi seperti tingkat pengangguran negara. (Dengan kata lain, tunjangan mingguan akan menurun karena tingkat pengangguran suatu negara turun).

Anggota parlemen kemungkinan akan berkompromi dan memperluas tunjangan pengangguran dalam beberapa bentuk setelah Juli agar warga AS tidak kehilangan pemasukan.



Simak Video "Donald Trump Dilarang Kembali ke Media Sosial!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)