Masuk Mal Harus Scan QR Code, Buat Apa?

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 20 Jun 2020 23:00 WIB
Petugas bermasker dan berpelindung wajah membersihkan  lantai di Mal Central Park, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Selain menerapkan protokol kesehatan ketat, sejumlah pusat perbelanjaan juga menyediakan fasilitas pendukung physical distancing, seperti mesin pembersih tangan otomatis, mesin penjual masker, alat pendeteksi suhu, dan stiker tanda jaga jarak sebagai persiapan operasional di era normal baru. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Ilustrasi/Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

Meski begitu, Agung yakin ke depan akan lebih baik lagi dengan edukasi terus-menerus dari pengelola maupun berbagai pihak.

"Faktor lain yang sangat penting adalah kesadaran pengunjung akan pentingnya kebijakan ini, perlu waktu untuk edukasi tapi kami yakin ke depannya apabila sudah teredukasi dan pengunjung sudah mengerti betapa penting nya kebijakan ini, maka penerapan kebijakan ini akan lebih lancar," sambungnya.

Kebijakan scan QR code sudah diterapkan di mal Kota Kasablanka sejak 15 Juni lalu. Namun, Agung belum bisa memastikan sampai kapan pihaknya menerapkan kebijakan tersebut.

"Mengikuti kebijakan pemerintah pusat dan daerah saja terkait pembatasan kapasitas maksimal mal," terangnya.

Sebenarnya, cara mengaksesnya scan QR code ini cukup mudah. Pengunjung hanya perlu melakukan scan melalui kamera atau aplikasi QR Scanner, Line, dan Twitter. Bila datang bersama beberapa teman atau keluarga juga hanya cukup satu kali.

"Cukup scan kode QR dengan kamera (untuk iPhone dan Android) atau aplikasi QR scanner, atau aplikasi seperti LINE dan Twitter. Lalu cukup memilih jumlah pengunjung yang datang bersama. 1 keluarga cukup 1 kali scan. Setelah klik submit, pengunjung akan mendapatkan panduan protokol new normal di Kota Kasablanka," paparnya.

Halaman


Simak Video "Saat Pengunjung Membeludak di Mal Tentrem Semarang"
[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)