Mentan Siap Mundur Kalau Target Produksi Pangan Turun

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 22 Jun 2020 14:29 WIB
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (Ibnu Hariyanto/detikcom)

"Dengan peringatan FAO sebenarnya harus menjadi warning yang sangat tegas pada negara ini. FAO mengatakan akan terjadi kekeringan yang luar biasa dalam siklus 100 tahunan. Akan terjadi serangan hama wereng 5 tahunan yang sudah terjadi di 5 negara dan menghancurkan pertaniannya. Bahkan akan terjadi krisis pangan dunia yang akan menghancurkan 167 juta orang kelaparan di dunia. Indonesia tidak boleh terjadi," tegas dia.

Ia sendiri kurang puas dengan adanya pemangkasan anggaran Kementan di tahun 2020 ini. Oleh sebab itu, ia meminta bantuan kepada DPR RI agar anggaran Kementan bisa disesuaikan dengan target yang direncanakan.

"Kami juga butuh Rp 10 triliun yang ada. Bukan 2-3 triliun. Agar kita bisa jamin besok, di saat orang tidak bisa lagi. Ini petani hanya 4-5 bulan sudah terseok-seok mereka ini kalau tidak ada. Bukan membagikan BLT (Bantuan Langsung Tunai), tapi membagikan kerja agar mereka bisa produksi untuk makan. Dengan teriakan yang ada saya kira kita bisa lakukan bersama. Ini kepentingan negeri, bangsa, bukan hanya proyek atau aktivitas, tapi kebutuhan dan harapan negara," pungkas dia.

Sebagai informasi, dalam realokasi anggaran dan refocussing anggaran tahun 2020 untuk menanggulangi virus Corona (COVID-19), anggaran Kementan dipangkas awalnya dari Rp 21 triliun menjadi Rp 17,4 triliun. Pada keputusan terakhir, anggaran Kementan kembali dipangkas hingga akhirnya hanya menjadi Rp 14 triliun.

Halaman

(ang/ang)