10 Tanda Ekonomi RI Diproyeksi Menuju Minus

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 12:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam laporan Sidang Parupurna DPRD menyebut pertumbuhan ekonomi di provinsi yang dipimpinnya pada 2014 mencapai 5,95%. Namun, inflasinya juga tinggi, mencapai 8,95%.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya

4. Penurunan transaksi elektronik

Transaksi elektronik masyarakat diperkirakan bakal turun sekitar 18,66% pada kuartal II dari yang sebelumnya hanya turun 1,07% pada kuartal I.

5. Penurunan jumlah penumpang angkutan udara

Jumlah penumpang angkutan udara diperkirakan turun lebih dalam dari 13,62% pada kuartal I 2020 menjadi minus 87,91% pada kuartal II 2020.

6. Tingkat inflasi rendah

Tingkat inflasi secara bulanan pada Mei 2020 tercatat cukup rendah di 0,07%. Hal ini menjadi indikasi adanya pelemahan daya beli dengan pergerakan inflasi inti yang turun tajam.

7. Ekspor turun tajam

Ekspor turun lebih tajam hingga 28,9% pada Mei 2020, meski impor juga turun 42% pada bulan yang sama.

8. Penurunan jumlah wisatawan mancanegara

Selain menambah devisa, penurunan jumlah wisatawan tentu memberi efek ke berbagai lini yang berhubungan dengannya. Hal ini terlihat dari penerbangan Jakarta-Surabaya yang turun 96%, dan ke Denpasar turun 95% karena untuk berpergian butuh berbagai surat yang agak merepotkan.

9. Penurunan harga komoditas

Ada penurunan harga komoditas, seperti karet dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oils/CPO) yang selanjutnya turut menurunkan Nilai Tukar Petani (NTP).

10. Penurunan jumlah iklan lowongan kerja

Ada penurunan jumlah iklan lowongan kerja yang cukup tajam pada Mei 2020. Jumlah perusahaan yang menawarkan iklan lowongan juga turun lebih dari 50%. Hal ini tentu juga akan berdampak ke sektor riil.


(eds/ara)