Melek Digital Jadi Tantangan Genjot Ekonomi Kreatif di RI

Wahyu Setyo Dibyo - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 23:34 WIB
Illustrasi Kartu Kredit dan Belanja Online
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Tangerang Selatan -

Mengembangkan ekonomi kreatif lewat dunia digital di Indonesia ada banyak kendalanya. Salah satu yang jadi momok utama adalah soal literasi digital masyarakat Indonesia yang masih rendah.

"Kendalanya memang banyak, terutama masalah Literasi Digital. Kalau di Jakarta atau kota-kota besar mungkin bukan masalah, tapi kalau di daerah masih banyak. Ini menurut kami bagian dari tugas pemerintah," ungkap Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf), Muhammad Neil el Himam di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (30/6/2020).

Selain itu, masih belum standarnya produk buatan UMKM juga melahirkan masalah tersendiri. Neil pun mencontohkan terkadang membeli produk kaos ukuran XL di 2 pedagang yang berbeda, bisa jadi keduanya beda ukuran.

"Soal standarisasi produk, masih banyak yang belum mengerti standar. Soal ukuran saja, misal kita jualan kaos nih, kadang-kadang kita beli kaos ukuran XL muat, terkadang buat yang lain XL-nya sama dengan M, jadinya seksi banget kalau dipakai. Hal semacam itu yang jadi concern kami," imbuh Neil.


Masalah lain yang dihadapi UMKM di dunia ekonomi kreatif adalah soal manajemen keuangan. Masih ada pelaku usaha kecil yang tidak mengerti pembukuan, juga tentang pemodalan serta legalitas apakah harus berbadan hukum atau tidak.

"Masih ada yang belum mengerti uang masuk hari ini berapa, uang keluar berapa, ongkos produksi berapa, dia mau jual berapa. Itu juga Literasi Finansialnya masih rendah. Sedangkan di satu sisi kemajuan teknologi sangat luar biasa," katanya.

Apalagi soal pembayaran cashless. Untuk itu pemerintah hadir lewat Bank Indonesia yang mewajibkan penggunaan QRIS, QR Code standar untuk pembayaran mulai tahun ini.

"Nah mulai tahun ini, Bank Indonesia sudah mewajibkan penggunaan QRIS, QR Code untuk pembayaran. Artinya, UMKM nanti akan punya suatu QRIS, satu kode dia bisa dibayar menggunakan semua platform. Jadi mau pakai Gopay, OVO, LinkAja, alatnya satu. EDC-nya satu. Jadi akan sangat mudah, aman dan cepat," pungkas pria berbaju batik itu.

Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Pelaku UMKM Klaten Geruduk Rumdin Bupati Terkait Subsidi Rp 2,4 Juta"
[Gambas:Video 20detik]