Selain Virus Corona, Pemerintah Juga Waspadai 3 Hal Ini

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 03 Jul 2020 13:42 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Pemerintah waspada terhadap tiga hal lain di luar dari virus Corona atau COVID-19. Ketiga hal dinilai memberikan dampak terhadap laju perekonomian Indonesia.

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN), Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan, Ubaidi Socheh Hamidi.

Ubaidi mengatakan tiga hal yang dikhawatirkan pemerintah adalah potensi second wave atau gelombang kedua virus Corona, tensi politik internasional termasuk dari Amerika Serikat (AS) dengan China termasuk tensi politik domestik, dan social unrest di AS.

"Jadi kita masih di situasi yang harus kita sikapi dengan baik, agar tidak memburuk lagi, itu yang harus kita waspadai," kata Ubai dalam acara Tanya BKF via virtual, Jumat (3/7/2020).

Pemerintah juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 negatif 3,8%, jika secara keseluruhan berada di kisaran negatif 0,4% sampai positif 1,0%. Angka tersebut berbeda dengan proyeksi yang dirilis oleh lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, OECD, hingga ADB.

"Situasi ini harus kita mitigasi dengan baik, supaya kemudian kita masih bisa bertahan di situasi global yang makin memburuk," jelasnya.

Dampak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menurun terlihat dari bertambahnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan kemiskinan. Upaya pemerintah menekan itu melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang anggarannya mencapai Rp 695,2 triliun.

"Kemiskinan, pengangguran itu tidak bisa dicegah, tetapi yang kami lakukan adalah menekan, angka kemiskinan, pengangguran itu bisa kita tekan di angka yang paling rendah," ungkapnya.



Simak Video "Bukan Gelombang Kedua, WHO Ingatkan Puncak Kedua Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)