Penjelasan Kementan soal Kalung 'Antivirus' Corona yang Kini Disorot

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 05 Jul 2020 10:51 WIB
Kalung antivirus Corona (Vadhia Lidyana-detikcom)
Foto: Istimewa/Dok. Kementan

Indi menjelaskan, bahan aktif utamanya terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M pro. M pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona. Penelitian menunjukkan Eucalyptol ini berpotensi mengikat protein Mpro sehingga menghambat replikasi virus.

"Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol dari eucalyptus disebut eucalyptol dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan," katanya.

Sebagai informasi, salah satu yang mengkritik antivirus ini ialah Komisi IV DPR. Komisi IV meminta Kementan untuk fokus bagaimana produksi pertanian tetap melimpah saat pandemi.

"Dari Komisi IV sendiri meminta Kementan tetap fokus bagaimana produksi pertanian. Kalau pun itu dari litbang hubungannya dengan eucalyptus saya kira nggak ada masalah, tapi sebaiknya di internal dulu gitu loh. Kalau mau diproduksi besar-besaran kan itu tentu menimbulkan pertanyaan dari semua pihak, dari semua sisi bisa dipertanyakan itu," kata anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin.

Andi mengatakan penelitian kalung antivirus Corona milik Kementan itu belum teruji bisa menjadi penangkal virus Corona. Tak hanya itu, anggaran untuk rencana produksi massal kalung tersebut dinilainya juga akan dipertanyakan berbagai pihak.

"Publik perlu harus tahu dan Komisi IV tahu apakah sudah melalui kajian yang dalam apakah sudah dipraktikkan juga ke orang-orang yang kena Corona, dengan adanya kalung itu tidak kena. Itu kan harus ada penjelasan ya," katanya.

"Kemudian saya kira (diproduksi) terbatas dulu ya, karena anggaran kan tentu anggaran Kementan sendiri kan tidak fokus ke arah sana karena itu domain kesehatan. Kementan sendiri kan fokus bagaimana pada saat pandemi Covid ini produksi pertanian tetap melimpah, artinya tidak kurang. Juga rencana untuk pembukaan lahan baru, saya kira isu-isu yang penting seperti itu," sambungnya.

Halaman


Simak Video "Ampuhkah Kalung 'Antivirus' Eucalyptus untuk Tangkal COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]

(acd/zlf)