Gaet Penumpang, Maskapai AS Hapus Biaya Reschedule Rp 2,8 Juta

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2020 10:49 WIB
Ilustrasi pesawat
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Maskapai di Amerika Serikat (AS) telah menghapuskan biaya reschedule alias ganti jadwal bagi calon penumpang. Biasanya bila penumpang mau mengganti atau mengubah jadwal penerbangan di AS akan dikenakan biaya sekitar US$ 200 atau sekitar Rp 2,8 juta (dalam kurs Rp 14.000).

Hal ini disebut akan memberi penumpang fleksibilitas bagi calon penumpang, terlebih lagi pada saat hanya sedikit orang yang bepergian di tengah pandemi virus Corona yang tengah melanda.

Dilansir CNN pada Kamis (9/7/2020), ketika virus COVID-19 terus menyebar, maskapai telah meniadakan biaya reschedule. Delta dan American Airlines misalnya meniadakan biaya tersebut sampai September Sedangkan United Airlines hingga 31 Juli.

Maskapai AS sendiri bisa menghasilkan lebih dari US$ 3 miliar atau berkisar Rp 42 triliun dari biaya reschedule pada tahun 2019. Menurut Biro Statistik Transportasi, jumlah itu setara dengan sekitar 2% dari pendapatan utama.

Menghilangkan biaya reschedule diharapkan bisa memacu calon pelancong untuk memesan penerbangan karena mereka memiliki fleksibilitas lebih jika krisis kesehatan memaksa mereka untuk mengubah rencana berpergian.

Direktur pelaksana dan analis penelitian di Cowen, Helane Becker, memperkirakan kebijakan ini akan berlangsung selama berbulan-bulan. Bahkan mungkin bertahun-tahun.

Becker menilai lalu lintas penerbangan tidak akan kembali ke tingkat semula selama tiga hingga lima tahun. Maka dari itu, maskapai penerbangan harus melakukan segala yang mereka bisa untuk menarik pelanggan.

"Mereka tidak punya pilihan sekarang, karena orang tidak memesan," kata Becker.

Menurut data Administrasi Keamanan Transportasi AS (Transportation Security Administration/TSA) jumlah penumpang di bandara AS sendiri telah turun lebih dari 70% dibandingkan dengan tahun lalu.

Sebagai informasi, maskapai di AS memang telah mendenda penumpang yang mau melakukan reschedule penerbangan selama beberapa dekade. Biaya denda itu standarnya US$ 200 sejak 2013, jumlah itu ditentukan berdasarkan tenaga kerja yang diperlukan untuk mengubah pemesanan.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)