Minta Pekerja Tetap Waspada, Menaker: COVID-19 Belum Selesai

Reyhan Diandri - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2020 22:22 WIB
Ida Fauziyah
Menterir Ketenagakerjaan Ida Fauziyah/Foto: Dok. Kementerian Ketenagakerjaan
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan bahwa era new normal (kebiasaan baru) adalah masa adaptasi kehidupan produktif dan aman dari COVID-19.

Di era ini, seluruh stakeholder ketenagakerjaan diimbau untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan karena COVID-19 belum pergi dari Indonesia.

"COVID-19 belum selesai, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Menjaga jarak, olahraga yang cukup, menjaga stamina agar memiliki imunitas tubuh yang baik," ujar Ida, dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).

Hal tersebut disampaikan olehnya, saat menghadiri kegiatan penyemprotan disinfektan, penyuluhan norma kerja pencegahan COVID-19, dan pemberian bantuan di Depok, Jawa Barat pada hari ini.

Ida mengungkapkan sampai hari Kamis (9/7), penambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 2.657. Hal tersebut, harus menjadi perhatian bersama untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Dirinya pun mengingatkan, agar protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik maka protokol kesehatan jangan dijadikan sebagai sebuah beban. Namun harus dijadikan sebagai sebuah kebutuhan.

"Mari kita berprilaku hidup bersih dan sehat sebagai sebuah lifestyle, gaya hidup, dan harus dijadikan sebagai sebuah kebutuhan," imbuhnya.

Ida juga mengungkapkan, bahwa menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh adalah salah satu cara menguatkan imunitas tubuh untuk menangkal COVID-19. Untuk itu, ia berharap perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai menerapkan Gerakan Pekerja Sehat.

"Karena di era pandemi ini, gaya hidup sehat harus dimiliki oleh pekerja. Cukup waktu untuk melakukan olahraga. Olahraga tidak perlu waktu yang lama, 5-10 menit, yang penting teman-teman bergerak," ujarnya.

Ida menjelaskan bahwa dalam kegiatan penyemprotan disinfektan di Cimanggis, Depok ini, pihaknya juga melibatkan pekerja yang terdampak pandemi COVID-19 baik yang di-PHK maupun dirumahkan. Melalui kegiatan tersebut, pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan akan mendapatkan insentif dari Kemnaker.

Kegiatan ini pun rutin dilaksanakan setiap hari Jumat sejak bulan Maret 2020. Selain untuk memberdayakan pekerja yang di-PHK dan dirumahkan, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dari COVID-19.

"Setiap sekali penyemprotan ada 70 orang, teman-teman yang di-PHK, yang dirumahkan," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan ini juga diserahkan bantuan sembako kepada masyarakat di sekitar area penyemprotan disinfektan. Dalam menggalang bantuan, Kemnaker melibatkan sejumlah perusahaan. Sedangkan untuk pendistribusiannya, Kemnaker melibatkan warga setempat.



Simak Video "Ini Syarat Dapat Rp 600 Ribu dari Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)