Gara-gara Corona, Agen Travel Ngaku Rugi Rp 54 Triliun!

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2020 16:47 WIB
Pariwisata di Pulau Nusa Penida akan segera dibuka kembali dengan menetapkan protokol kesehatan di era tatanan baru.
Ilustrasi Foto: Dok. Humas Kabupaten Klungkung
Jakarta -

Sejak adanya kasus positif Corona (COVID-19) di Indonesia, hampir seluruh lini bisnis di industri pariwisata terkena dampaknya. Tak hanya hotel dan restoran yang menanggung kerugian sejak dihajar pandemi COVID-19, bisnis biro perjalanan wisata (BPW) juga demikian.

Menurut hasil survei Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies/ASITA), total kerugian yang ditanggung seluruh pengusaha BPW di bulan Maret 2020 lalu mencapai US$ 3,9 miliar setara Rp 54,6 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

"Nah ini dari hasil survei Kita. Dari riset kita itu total kerugiannya US$ 3,9 miliar," ungkap Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat ASITA Nunung Rusmiati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, Selasa (14/7/2020).

Rusmiati menjelaskan kerugian paling besar dirasakan oleh BPW inbound tour atau perjalanan wisatawan dari luar negeri ke dalam negeri dan BPW domestik atau di dalam negeri saja.

"BPW inbound itu sekitar US$ 1,3 miliar yang kehilangan. Dengan adanya COVID-19 jadinya sama sekali tidak ada. Pada fase pertama sebelum ada positif itu kita masih ada harapan karena masih bisa berjualan secara domestik tapi secara fase kedua Indonesia dinyatakan positif itu semua 95% dari anggota saya itu sama sekali tidak ada. Lalu domestik rugi US$ 1,33 miliar," paparnya.

Lalu, sisanya BPW Mice merugi hingga US$ 52,5 juta, BPW umroh US$ 659 juta, BPW outbound (dari domestik keluar negeri) US$ 432 juta dan BPW ticketing US$ 122,8 juta.

"Lalu MICE rugi US$ 52 juta dan yang lain umroh, outbound, ticketing begitu juga," tambahnya.



Simak Video "Tambah 2.473, Kasus Corona RI Jadi 121.226"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)