Orang Miskin Bertambah 1,63 Juta, Sri Mulyani Mau Apa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2020 22:00 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menggencarkan penyaluran bantuan sosial (bansos) demi menekan angka kemiskinan di Tanah Air. Menurut dia, bansos bisa membantu mempertahankan daya beli masyarakat khususnya yang berada pada kelompok 40% paling bawah.

"Kita fokuskan bansos-bansos kita yang sekarang sudah ditambah dan diperpanjang. Jadi sekarang untuk PKH tambahkan beras, tambah (insentif) UMKM, bansos produktif. Yang belum bankable diidentifikasi supaya memiliki daya tahan bagi yang levelnya betul-betul di bawah," kata Sri Mulyani di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 tercatat 26,42 juta orang. Angka ini naik 1,63 juta dibandingkan September 2019.

Jika dilihat secara persentase, penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78% meningkat 0,56% terhadap September 2019 dan meningkat 0,37% terhadap Maret 2019.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan potensi peningkatan jumlah orang miskin terjadi pada pelaku UMKM dan masyarakat kelas bawah. Pasalnya, kedua kelompok ini yang paling terkena dampak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kalau kemarin kan prediksi ekonomi kontraksi dan kenaikan (kemiskinan) karena adanya PSBB, ini memang yang terkena ke UMKM dan kelompok (masyarakat) paling bawah," jelasnya.

"Oleh karena itu, kenaikan dari kemiskinan kemarin masih di dalam range yang merupakan prediksi kita bahwa kenaikan sekitar 1,2 juta, ya tambahannya itu," tambahnya.



Simak Video "Sri Mulyani Akui PSBB Jadi Biang Kerok Ekonomi RI Minus"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)