Soal Investasi, Bahlil: Jangan Sampai Aparat Malah Persulit Investor

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 20 Jul 2020 21:30 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Foto: Mohammad Wildan/20detik
Jakarta -

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Jaksa Agung dan Kapolri untuk mengawal laju investasi di Indonesia. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pihaknya tak mau aparat hukum justru mempersulit masuknya aliran modal di dalam negeri.

Hal itu dia sampaikan saat mengunjungi Kawasan Industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah.

"Kami datang ke sini sebagai bagian dari upaya pengawalan investasi. Ini (pandemi COVID-19) masa sulit bagi seluruh pihak, baik itu pemilik modal maupun pekerjanya. Oleh karena itu, harus ada rasa empati di antara kita. Jangan sampai ada yang mempersulit investasi. Kita sudah punya kesepakatan dengan Jaksa Agung dan Kapolri. Jangan sampai ada aparat yang malah persulit investor di lapangan," kata Bahlil melalui keterangan tertulis, Senin (20/7/2020).

Kedatangannya ke Kawasan Industri Morowali, dia ingin memastikan investasi tetap berjalan di masa kenormalan baru dan penerapan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Dirinya berharap kegiatan perusahaan-perusahaan di sana tetap berjalan dan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) meskipun pandemi COVID-19 belum juga berakhir.

Di Morowali, Bahlil melihat rencana proyek laterit nikel dengan metode hidrometalurgi oleh PT Huayue Nickel Cobalt. Proyek tersebut adalah pengolahan dan pemurnian laterit nikel dengan metode hidrometalurgi pertama di Indonesia dengan luas lahan 188 hektare.

"Izin proyek ini sebentar lagi akan masuk ke BKPM. Pemerintah daerah dan aparat setempat juga harus mendukung dan sama-sama menjaga investasi di sini. Apalagi ini merupakan magnet serapan tenaga kerja bagi daerah," jelasnya.

Sebagai tambahan informasi, Kawasan Industri Morowali telah menyerap investasi sekitar US$ 126,5 juta dan menciptakan 40 ribu lapangan pekerjaan bagi pekerja Indonesia dan sekitar 4 ribu tenaga kerja asing.

Ada 21 perusahaan di kawasan industri tersebut, diantaranya PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel, PT Dexin Steel Indonesia, dan PT Huayue Nickel Cobalt.



Simak Video "Adu Debat Kepala BKPM & Mahasiswa soal UU Cipta Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)