Jokowi Mau Pulihkan Ekonomi dari Corona, Ini yang Perlu Dicatat

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 20 Jul 2020 20:45 WIB
Pandemi Corona dan Bentuk Pemulihan Ekonomi
Foto: detik
Jakarta -

Sejumlah strategi mesti dilakukan pemerintah agar ekonomi bisa bangkit karena terdampak Corona. Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah mengatakan, desain RAPBN 2021 harus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul pada tahun 2021.

"Disiplin fiskal dibutuhkan karena pemulihan ekonomi memerlukan kredibilitas APBN," kata Said dalam keterangannya, Senin (20/7/2020).

Menurutnya, perekonomian Indonesia masih penuh tantangan pada 2021 nanti. Sebutnya, tantangan yang harus dihadapi tahun depan, pertama, keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tahun 2020. Salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan adalah efektifitas penggunaan anggaran yang sudah dialokasikan.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu memperbaiki realisasi penyerapan anggaran penanganan COVID-19 yang masih rendah.

Kedua, soliditas dan sinergi otoritas fiskal dan moneter harus tetap terjaga dengan baik. Hal ini sangat penting untuk memastikan keberlangsungan program PEN.

Salah satunya adalah memastikan kebijakan berbagi beban (burden sharing) antara pemerintah dan BI untuk memenuhi kebutuhan anggaran barang publik (public goods) dan barang non publik (non public goods).

Ketiga, perluasan inklusi keuangan untuk UMKM sehingga likuiditas UMKM tidak semata bertumpu pada perbankan dan insentif fiskal pemerintah. Salah satu alternatifnya adalah memperluas basis pembiayaan UMKM dengan membuka opsi pasar modal di skala UMKM.

"Dengan catatan, keuangan dan usaha yang sehat pada UMKM. Bila UMKM sehat sesungguhnya sangat layak mendapatkan perluasan pembiayaan dari pasar modal," imbuhnya.

Keempat, desain belanja program pada RAPBN 2021 harus mampu menjawab permasalahan yang harus diintervensi seperti daya beli masyarakat. Terakhir, memitigasi dampak eksternal seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China hingga resesi global.

"Bila keserempakan agenda tersebut dilaksanakan secara disiplin, penuh kepatuhan dan evaluasi yang tepat, saya yakin kebijakan fiskal ekspansif-konsolidatif akan mempercepat pemulihan ekonomi kita pada tahun 2021, bahkan capaian capaian ekonomi yang ditargetkan sangat mungkin terealisasi," tutupnya.



Simak Video "Pemerintah Realisasikan 36,6% Anggaran Program Pemulihan Ekonomi "
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)