Penjualan Anjlok, Coca-Cola Tutup Produk-produk 'Zombie'

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 10:52 WIB
-
Foto: YouTube X SBS
Jakarta -

Perusahaan minuman soda populer, Coca-Cola (KO) mengumumkan akan menutup sejumlah merek minumannya yang tak menguntungkan. Upaya ini dilakukan untuk menekan keuangan setelah perusahaan mencatat penurunan penjualan di kuartal II hingga 28% menjadi US$ 7,2 miliar setara Rp 105 triliun.

CEO Coca-Cola James Quincey mengungkap penutupan sejumlah merek perusahaan ini juga merupakan upaya merampingkan produk perusahaan dan mengurangi biaya operasional. Selain itu, fokus pada merek besar dan terlaris saja.

Dari 400 merek Coca-cola perusahaan akan menutup merek yang memiliki skala kecil dan hanya memiliki penjualan sebesar 2% dari total pendapatan.

"Kami beralih untuk memprioritaskan merek yang lebih besar dan lebih kuat di berbagai kebutuhan konsumen," kata Quincey, dikutip dari CNN, Rabu (22/7/2020).

Baru-baru ini Coca-cola telah menutup merek lama jus smoothie Odwalla dan akan mempertimbangkan merek lainnya yang akan menyusul ditutup.

Quincey tidak menyebutkan nama merek spesifik yang dipertimbangkan perusahaan akan dihapus, dan juru bicara Coca-Cola menolak memberikan komentar tambahan.

Ini bukan pertama kali Coca-Cola menutup produk miliknya. Selama dua tahun terakhir, perusahaan telah mengidentifikasi dan menutup sejumlah merek, produk, rasa dan kemasan yang tidak memberikan pendapatan tinggi.

Pada paruh pertama tahun lalu, Coca-Cola menutup lebih dari 275 produk. Salah satunya merek New Coke, sebuah reformulasi yang diperkenalkan pada April 1985 dan dihapus pada Juli 1985.



Simak Video "Upaya Mendukung 2.500 Pelaku UMKM Perempuan di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)